Tim Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Bantah Sutrimo Karumga

Share

Pihak kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah memberikan klarifikasi mengenai status pekerjaan mendiang Sutrimo yang jasadnya diekshumasi di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas pada Rabu (12/8). Langkah ekshumasi tersebut dilakukan tim medis forensik demi mengusut fakta kematian korban.

Tim kuasa hukum menegaskan almarhum hanya bertugas menjaga rumah kosong dan tidak bekerja secara terus-menerus. Mereka membeberkan bahwa almarhum memiliki riwayat sakit diabetes yang sudah diidap sejak lama sebelum ditemukan meninggal dunia di kawasan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pernyataan ini meluruskan klaim status kepala rumah tangga yang beredar di publik, sekaligus merespons proses penyelidikan kepolisian yang diawali dari laporan keluarga almarhum ke Polresta Banyumas lantaran menilai kematian almarhum tidak wajar.

"Jadi posisi almarhum bukan sebagai karumga seperti yang banyak disampaikan, namun lebih ke menjaga rumah yang kosong dan tinggal di sana," kata Firman dalam keterangannya, Rabu (11/8).

Firman menambahkan almarhum sering pulang ke kampung halaman atau mengambil pekerjaan lain. Ia mewakili pihak keluarga Febrie meminta agar peristiwa meninggalnya almarhum tidak langsung dihubungkan dengan proses hukum yang ada di Kejaksaan Agung.

"Sepengetahuan pihak keluarga, almarhum sudah sakit sejak lama. Saat berobat pernah disebut sakit selama bertahun-tahun," ucap Firman.

Pihak Febrie mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang bagi kepolisian dalam menuntaskan penyelidikan ilmiah tanpa memunculkan asumsi liar.

"Keluarga berharap peristiwa almarhum ini tidak dihubungkan atau dikaitkan secara dini dengan perkara yang sedang dijalani pak FA di Kejaksaan. Jadi, sama-sama kita tunggu proses yang dilakukan Polri terlebih dahulu," sambungnya.

Sementara itu, anggota tim kuasa hukum lainnya juga mengungkapkan rasa duka mendalam dari kliennya atas berpulangnya almarhum.

"Kami mendapat pesan dari Pak FA dan keluarga bahwa keluarga diliputi kesedihan dan duka cita mendalam begitu mengetahui kabar meninggal dunianya Pak Trimo beberapa hari yang lalu. Info dari keluarga, alm sakit diabetes sejak lama," tutur Febri.

Febrie Diansyah menegaskan pihak keluarga Febrie Adriansyah menghormati penuh setiap tahapan penanganan perkara yang dijalankan oleh aparat penegak hukum.

"Pak FA dan keluarga menghormati penyidikan yang sedang dilakukan Polda. Keluarga berharap dengan proses hukum tersebut fakta mengenai peristiwa ini menjadi lebih terang sehingga tidak terjadi spekulasi atau asumsi yang bukan-bukan," lanjutnya.

Di sisi lain, jajaran kepolisian yang berkolaborasi dengan Polda Jawa Tengah melangsungkan pembongkaran makam demi kepentingan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan medis.

"Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi Polda Metro Jaya dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas," kata Budi dalam keterangannya, Rabu.

Perwakilan kuasa hukum keluarga korban menyambut baik proses hukum tersebut walau pihak keluarga memilih tidak menyaksikan pembongkaran secara langsung lantaran faktor emosional.

"Pihak keluarga sudah memberikan pernyataan tidak akan menolak (ekshumasi), namun pihak keluarga memutuskan untuk kehadirannya hanya diwakili oleh saya," ujar Aan, Rabu (12/8).

Aan menceritakan kondisi psikologis keluarga almarhum yang belum siap melihat proses pembongkaran jenazah.

"Keluarga enggak kuat (melihat ekshumasi)," ucap Aan.

Kuasa hukum keluarga menyatakan penyerahan sepenuhnya atas hasil pemeriksaan forensik medis kepada aparat kepolisian.

"Pada prinsipnya kami menyerahkan segalanya pada proses hukum," tegas Aan.

Dukungan terhadap proses ekshumasi juga disampaikan oleh kerabat almarhum yang pasrah menunggu kepastian hukum dari hasil autopsi tim forensik.

"Sudah ikhlas, apa pun hasilnya nanti," imbuh Tukim.

Tukim menggambarkan kondisi ibunda almarhum yang masih terguncang setelah kehilangan putranya.

"Kondisi ibu saat ini masih syok, tapi sudah agak mendingan. Sudah tahu, namanya orang tua pasti sedih lah kayak ini teringat. Kalau sama saya pulang aja nangis," kata Tukim.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author