KSPSI Laporkan Ancaman PHK 55 Ribu Buruh Bekasi ke DPR

Share

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, melaporkan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 55.000 buruh di Bekasi kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada Selasa (22/6/2026). Dilansir dari Detikcom, ancaman pengurangan tenaga kerja secara massal ini dipicu oleh lonjakan harga gas industri.

Kenaikan harga gas yang melambung dari 6 dolar AS menjadi 23 dolar AS per MMBTU membuat operasional sektor manufaktur memburuk. Menurut laporan tersebut, dua pabrik besar di Bekasi bahkan sudah menghentikan operasional mereka, sementara beberapa industri keramik lainnya diperkirakan akan segera menyusul dalam waktu dekat.

Andi Gani Nena Wea menyampaikan situasi darurat ini secara langsung dalam agenda Rakernas 2026 KSPI yang berlangsung di Hotel Acacia, Jakarta Pusat.

"Bang Dasco yang saya hormati. Bang, sekarang, hari ini, kita mengalami kesulitan sangat luar biasa. Dua pabrik anggota saya yang terbesar di Bekasi tutup, Bang.

Itu Granito, sebentar lagi menyusul Milenium Keramik dan Mulia Keramik karena gas industri. Ini bahaya sekali," ujar Andi Gani, Presiden KSPSI.

Pihak asosiasi pekerja memperkirakan gelombang PHK massal tersebut dapat terjadi dalam kurun waktu satu pekan ke depan. Masalah ini sebelumnya telah dikoordinasikan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), namun kepastian regulasi harga masih dinantikan oleh pelaku industri.

"Dapat dipastikan Bang Dasco, minggu depan, maksimal sepuluh hari ke depan, 55.000 orang ter-PHK," kata Andi Gani, Presiden KSPSI.

Tingginya ketergantungan sektor industri hilir terhadap pasokan gas membuat kebijakan harga dari Kementerian ESDM menjadi sangat krusial bagi keberlangsungan lapangan kerja di wilayah Bekasi.

"Ini menjadi kekhawatiran kita semua karena gas industri, saya sudah ketemu Menteri ESDM, Bung Iqbal, janjinya awal minggu ini harus ada keputusan," lanjut Andi Gani, Presiden KSPSI.

Berdasarkan informasi dari pihak pengusaha, Granito yang berstatus sebagai salah satu pabrik terbesar di Bekasi sudah memberikan kepastian terkait langkah efisiensi berupa pemutusan hubungan kerja tersebut.

"Nah, ini menjadi kemirisan buat kita semua, karena itu saya minta Bang Dasco yang bisa mencari jalan cepat keluar masalah gas industri. Karena harga gas itu dari 6 dolar, sekarang per hari ini sudah 23 dolar per MMBTU. Jadi ini sangat mengerikan. Sebentar lagi menyusul tekstil, pokoknya yang makai gas industri pasti akan berat, akan berat," pungkas Andi Gani, Presiden KSPSI.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author