KSAD Bantah TNI Gusur Sekolah Dasar di Ende

Share

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak membantah isu mengenai rencana penggusuran Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Wolomoni, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, oleh pihak TNI demi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat memberikan keterangan di Senayan, Jakarta, pada Rabu (10/6/2026).

Penolakan terhadap kebenaran informasi tersebut disampaikan oleh pimpinan tertinggi institusi AD tersebut demi meluruskan spekulasi yang berkembang di masyarakat, seperti dilansir dari Detikcom. Evaluasi internal segera dilakukan oleh otoritas militer guna memastikan situasi riil di lapangan.

"Ya itu banyak berita yang harus kita klarifikasi ya, kayaknya nggak mungkin se apa namanya, ekstrem itu ya, masa ada sekolah yang ditiadakan gitu. Jadi memang hal-hal seperti ini harus detail kita klarifikasi ya," kata Maruli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Penilaian mengenai ketidakwajaran tindakan penutupan fasilitas pendidikan formal menjadi poin penting yang disoroti oleh pucuk pimpinan Angkatan Darat tersebut. Langkah pengecekan administrasi kini tengah dijalankan oleh jajaran internal.

"Tapi menurut saya nggak, nggak, normal kalau ada orang membubarkan sekolah sedangkan sekolahnya kan pasti sudah terdaftar di P&K. Nanti kita coba cek," katanya.

Respons publik di jejaring sosial dinilai menjadi pemicu utama membesarnya polemik penggusuran ini. Pihak TNI AD menegaskan kembali mengenai konsekuensi hukum jika pembubaran lembaga pendidikan resmi benar-benar terjadi.

"Nggak ada, cuma sibuk di media aja kadang-kadang begini, begitu. Tapi realistisnya kan nggak mungkin ada sekolah yang sudah terdaftar di P&K terus ditiadakan. Wah ini bisa kena tuntutan hukum dia," ujar dia.

Klarifikasi mengenai duduk perkara di NTT ini juga sempat diutarakan oleh perwira tinggi militer lainnya di markas pusat dalam kesempatan terpisah. Penjelasan teknis mengenai aktivitas logistik di sekitar lokasi sekolah dipaparkan kepada awak media pada Selasa (9/6).

"Ternyata rekan-rekan sekalian, bukan menggusur sekolah. Bukan ditaruh untuk menggantikan sekolah, bukan. Sekolah itu, ulangi, (KDMP) dibangun di belakang sekolah. Akses jalannya kurang sehingga melewati sekolah," kata Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas.

Insiden fisik yang melibatkan prasarana sekolah diakibatkan oleh pergerakan kendaraan berat saat melakukan manuver operasional di lokasi konstruksi. Bagian tiang bangunan yang terdampak dipastikan bakal mendapatkan perbaikan dari tim terkait.

"Memang sebelumnya, kejadiannya, saat alat berat kena dahan pohon duren orang, katanya sebesar jempol kaki, ibu ini marah-marah, teriak-teriak. Nah, itu diklip, ibu itu marah-marah, ada alat berat di situ," jelasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author