Krisis Iklim Ancam Hasil Tangkapan Ikan Global dan Ketahanan Pangan
Perubahan iklim diprediksi akan memengaruhi hasil tangkapan ikan di masa depan secara signifikan. Stok ikan di berbagai belahan dunia disebut akan semakin menipis akibat fenomena global ini.
Riset terbaru yang dipublikasikan di jurnal Science melihat bagaimana ikan akan berevolusi sebagai respons terhadap iklim di masa depan, dikutip dari Detikcom. Penelitian sebelumnya dari Monash University baru mendeteksi respons beberapa spesies ikan terhadap kenaikan suhu.
Studi ini menggunakan model sejarah hidup (life-history model) yang baru untuk memprediksi masa depan perikanan. Model tersebut diuji menggunakan data dari hampir 3.000 spesies ikan.
Para peneliti memproyeksikan bagaimana evolusi sejarah hidup ikan memengaruhi hasil tangkapan di 43 kawasan perikanan terbesar. Sektor kelautan sendiri memegang peranan ekonomi yang besar di Indonesia sebagai negara maritim.
Republik Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang melimpah. Negara ini bahkan termasuk dalam jajaran produsen utama untuk rumput laut, budidaya ikan (aquaculture), serta perikanan tangkap.
Namun, pertumbuhan sektor perikanan di Indonesia saat ini terlihat mulai melambat. Perlambatan ini terjadi karena jumlah tangkapan kian mendekati batas maksimal yang dianggap aman dan berkelanjutan, yaitu sekitar 6,5 juta ton per tahun.
Beberapa jenis ikan di perairan Indonesia kini dilaporkan berkembang biak lebih sedikit. Bahkan, sebagian spesies telah menghilang sepenuhnya dari wilayah perairan tertentu akibat perubahan cuaca di berbagai wilayah RI.
Krisis iklim juga memicu fenomena unik pada pertumbuhan biota laut tersebut. Kondisi memanasnya bumi membuat ikan tumbuh lebih cepat dan dewasa sebelum waktunya, sehingga ukuran ikan dewasa menjadi lebih kecil.
"Perubahan evolusi ini berdampak baik bagi kelangsungan ikan, tetapi kurang baik bagi nelayan dan industri perikanan," ujar Profesor Craig White dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).
Profesor White yang menjabat sebagai Head of the School of Biological Sciences menambahkan bahwa setiap kenaikan satu derajat suhu bumi diperkirakan akan menurunkan produksi perikanan.
"Di sisi lain, kebijakan iklim yang baik, yang membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius, berpotensi menjaga jutaan ton hasil perikanan yang dikhawatirkan hilang," tambahnya.
Dampak dari perubahan evolusi ikan ini tidak dapat disepelekan. Para peneliti melihat potensi ancaman besar terhadap ketahanan pangan, mata pencaharian nelayan, serta masa depan ekosistem laut.