KPK Usut Intervensi Pemilihan Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq

Share

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan intervensi terhadap para pekerja outsourcing di Kabupaten Pekalongan untuk memenangkan Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq (FAR), dalam pemilihan kepala daerah.

Pengusutan perkara dugaan korupsi yang menjerat Fadia Arafiq ini dikonfirmasi oleh juru bicara KPK pada Rabu (27/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Bahkan ada dugaan adanya intervensi agar dalam pemilu juga untuk memilih Saudara FAR ya kepada orang-orang yang ditempatkan atau ditugaskan sebagai staf outsourcing di Pemerintah Kabupaten Pekalongan," kata jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, dikutip Rabu (27/6/2026).

Penyidik lembaga antirasuah kini tengah melakukan pendalaman mengenai legalitas dan aktivitas dari PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) selaku penyalur tenaga kerja tersebut.

"Nah, ini nanti kita akan lihat apakah perbuatan melawan hukum ini dilakukan secara individu atau dilakukan secara entitas korporasi PT RNB-nya, ya," ucap Budi Prasetyo.

Pihak KPK juga terus menelusuri keterlibatan aktor-aktor lain yang ditengarai mempunyai andil besar dalam mengatur proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah daerah setempat.

"Apakah masih ada pihak-pihak lain yang punya peran krusial dalam pengkondisian PBJ khususnya terkait dengan pengadaan tenaga outsourcing di wilayah Pemerintah Kabupaten Pekalongan," tambah Budi Prasetyo.

Dalam perkara ini, Fadia diduga menginstruksikan jajaran perangkat daerah agar memenangkan perusahaan keluarganya dalam tender jasa outsourcing. Perusahaan tersebut diduga mengumpulkan dana sebesar Rp 46 miliar sejak tahun 2023 hingga 2026 yang kemudian dialokasikan ke beberapa pihak, serta terdapat penarikan tunai senilai Rp 3 miliyar.

KPK telah menetapkan Fadia sebagai tersangka dan melakukan penahanan dengan jeratan Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Selain itu, tim penyidik menyita sejumlah unit mobil, termasuk Wuling Air EV, Mitsubishi Xpander, Toyota Camry, Toyota Fortuner, dan Toyota Vellfire dari rumah dinas Fadia hingga kawasan Cibubur.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author