KPK Tangkap Rektor Unsoed dan 13 Orang dalam OTT Kasus Suap PMB

Share

Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan 14 orang, termasuk Rektor Universitas Jenderal Soedirman Akhmad Sodiq, dalam operasi tangkap tangan di Purwokerto dan Jakarta terkait dugaan suap penerimaan mahasiswa baru pada Kamis (20/8/2026).

Penindakan senyap tersebut berlangsung di dua lokasi terpisah, yakni 12 orang ditangkap di Purwokerto dan dua orang lainnya diamankan di Jakarta. Selain menangkap belasan pihak, penyidik lembaga antirasuah turut menyita barang bukti berupa uang tunai bernilai ratusan juta rupiah.

Juru Bicarakan KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi keterlibatan pimpinan tertinggi kampus negeri di Banyumas tersebut dalam penindakan hukum yang sedang berjalan.

"Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor Unsoed," ujar Jubir KPK Budi Prasetyo, Jumat (21/8/2026).

Budi menambahkan bahwa penindakan ini berfokus pada dugaan tindak pidana korupsi sektor penerimaan jalur mahasiswa baru.

"Kegiatan penyelidikan tertutup ini terkait dengan dugaan penerimaan oleh Penyelenggara Negara dalam penerimaan mahasiswa baru," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Jumat (21/8/2026).

Rangkaian pemeriksaan intensif sempat dilakukan di Mapolresta Banyumas sebelum sejumlah pihak diboyong ke markas pusat KPK di Jakarta. Pihak kepolisian setempat memfasilitasi kebutuhan tempat untuk proses riksa penyidik KPK.

"Memang KPK minta ruang periksa, ya pasti kita kasih. Karena hubungannya kan kelembagaan," kata Petrus, Kamis (20/8/2026).

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P Silalahi membeberkan bahwa jajaran kepolisian tidak ikut campur dalam materi penanganan perkara.

"Saya enggak tahu berapa orang, siapa diperiksa, dalam rangka apa. Cuma memang minta periksa kepada saya," ujarnya.

Enam pejabat kampus dan pihak swasta diberangkatkan ke Jakarta bertahap pada Kamis tengah malam. Gelombang awal terdiri dari Wakil Rektor III Norman Arie Prayogo, Kabag Akademik dan Kemahasiswaan Eko Sumanto, serta tiga pihak luar yakni Mulyono alias Nono, Adhi Wiharto, dan Dian Mulia Wardhana.

Wakil Rektor III Unsoed memberikan tanggapan singkat saat digiring keluar gedung Satreskrim Polresta Banyumas menuju kendaraan operasional.

"Mau dilanjutkan ke Jakarta pertanyaannya," kata Norman singkat sambil berjalan saat ditanya awak media.

Satu jam berselang, giliran Wakil Rektor I Unsoed Prof Dr Noor Farid yang dibawa penyidik keluar dari Mapolresta Banyumas menuju Jakarta.

Profil Akhmad Sodiq mencatat dirinya kembali terpilih memimpin Unsoed untuk periode 2026–2030 setelah dilantik Mendiktisaintek Brian Yuliarto pada 19 Mei 2026. Laporan E-LHKPN per 19 Maret 2026 mencatat total kekayaan bersih milik Sodiq mencapai Rp3,12 miliar yang didominasi aset tanah dan bangunan di Banyumas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author