KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim yang Miliki Kekayaan Rp 234,5 Miliar
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dilansir dari Detikcom, mantan Direktur Jenderal Imigrasi tersebut diketahui memiliki total harta kekayaan yang mencapai Rp 234,5 miliar.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di situs resmi KPK yang dikutip Kamis (4/6/2026), jumlah pasti harta kekayaan Silmy Karim bernilai RP 234.596.795.910. Sebagian besar asetnya didominasi oleh kepemilikan tanah dan bangunan.
Silmy Karim tercatat mempunyai 11 aset tanah dan bangunan dengan nilai total Rp 184.024.640.000. Belasan properti milik Silmy Karim tersebut tersebar di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
Selain properti, Silmy Karim juga melaporkan kepemilikan 7 unit kendaraan bermotor. Total nilai dari seluruh aset transportasi hasil sendiri tersebut mencapai Rp 8.475.000.000.
Aset kendaraan Silmy Karim meliputi Motor Harley Davidson Tahun 2003 seharga Rp 450.000.000, Motor Harley Davidson Tahun 1998 seharga Rp 450.000.000, dan Mobil Jeep Cj7 Tahun 1988 seharga Rp 275.000.000. Ada pula Mobil Mercedes Benz 280e Tahun 1979 senilai Rp 500.000.000.
Koleksi kendaraan lainnya adalah Mobil Toyota Land Cruiser Tahun 1981 senilai Rp 350.000.000, Mobil Jeep Wrangler Tahun 1996 senilai Rp 450.000.000, serta Mobil Mercedes G63 Tahun 2022 dengan nilai tertinggi mencapai Rp 6.000.000.000.
Laporan LHKPN juga menunjukkan kepemilikan harta bergerak lainnya sebesar Rp 11.390.000.000. Silmy Karim juga memiliki surat berharga senilai Rp 8.695.320.000, serta kas dan setara kas sebesar Rp 31.007.358.544.
Sebelum menjabat sebagai Wamen Imipas, Silmy Karim merupakan Direktur Jenderal Imigrasi di Kementerian Hukum dan HAM pada tahun 2023. Rekam jejak kariernya juga mencakup posisi Direktur Utama PT Krakatau Steel dan Direktur Utama PT Pindad (Persero).
Penahanan Silmy Karim dilakukan setelah dirinya sempat dicari oleh penyidik KPK hingga akhirnya menyerahkan diri tadi malam. Ia kemudian menjalani proses pemeriksaan intensif oleh tim penyidik hingga pagi hari.
Setelah menjalani pemeriksaan semalam suntuk, Silmy Karim keluar dari ruang penyidik KPK dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Kedua tangan mantan pejabat kementerian tersebut juga tampak berada dalam kondisi terborgol.
Pantauan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (4/6/2026), Silmy Karim turun dari lantai 2 ruang pemeriksaan pada pukul 08.38 WIB. Ia keluar bersama 7 orang lainnya dengan pengawalan ketat dari penyidik KPK sambil tertunduk.