KPK Periksa Manajer Butik INTime Terkait Korupsi Fadia Arafiq
Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Boutique Manager INTime Senayan City terkait kasus korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, pada Senin (25/5/2026). Langkah ini diambil oleh penyidik untuk menelusuri transaksi pembelian jam tangan mewah bermerek Rolex oleh tersangka tersebut.
Penyidikan mengenai pengadaan barang mewah ini dikonfirmasi oleh pihak internal lembaga antirasuah. Penelusuran dilakukan guna mengumpulkan bukti-bukti materiil terkait dugaan aliran dana korupsi yang digunakan untuk keperluan pribadi oleh kepala daerah nonaktif itu, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Benar (butik jam mewah milik Irwan Mussry). Kebutuhan pemeriksaan ini untuk menelusuri dugaan pembelian jam tangan mewah oleh tersangka FAR. (Jenis jam) Rolex," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Juru bicara lembaga penegak hukum tersebut belum memberikan rincian identitas dari manajer butik INTime yang dimintai keterangan. Selain pihak manajemen toko, penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang saksi lain yang diidentifikasi bernama Ida Bagus Agungbajarapany.
Kasus yang menyeret Fadia bermula dari dugaan penyalahgunaan wewenang dengan memerintahkan perangkat daerah memenangkan perusahaan keluarganya dalam tender jasa outsourcing. Praktik lancung yang berjalan sejak tahun 2023 hingga 2026 tersebut diduga menghasilkan aliran dana sebesar Rp 46 miliar yang kemudian dibagi-bagikan, serta terdapat penarikan tunai sebesar Rp 3 miiliar.
Status hukum Fadia kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan yang bersangkutan berada dalam penahanan pihak berwajib. Atas perbuatannya, dia dijerat menggunakan Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Rangkaian penyitaan aset juga telah dilakukan oleh tim penyidik dari berbagai lokasi, mulai dari rumah dinas bupati hingga kawasan Cibubur. Sejumlah unit kendaraan roda empat yang disita meliputi Wuling Air EV, Mitsubishi Xpander, Toyota Camry, Toyota Fortuner, serta Toyota Vellfire.