Korps Garda Revolusi Iran Sebut Arab Saudi Tak Mampu Bendung Houthi di Yaman

Share

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa Arab Saudi tidak akan mampu menahan kelompok pemberontak Houthi di Yaman, terutama di tengah meningkatnya serangan terhadap Riyadh baru-baru ini, seperti dilaporkan Detikcom. Juru bicara IRGC, Hossein Mohebi, menyampaikan bahwa Arab Saudi pasti tidak mampu membendung Yaman dan Ansarullah (Houthi) atau menghindar dari serangan mereka. "Seperti yang telah kita saksikan beberapa hari terakhir, semakin gencar Arab Saudi melancarkan serangan, semakin keras pula serangan balasan yang mereka terima," ujar Mohebi.

Konflik yang sempat mereda beberapa tahun selama gencatan senjata kini kembali memanas sejak Juli setelah sebuah pesawat Iran tiba di Sanaa, ibu kota Yaman, dan diserang oleh pasukan pemerintah yang didukung Saudi.

Situasi berlanjut dengan aksi saling serang antara Houthi dan pasukan pemerintah beserta koalisi pimpinan Saudi, diikuti pengumuman blokade maritim oleh Houthi terhadap pelabuhan dan kapal-kapal Saudi di Laut Merah. Yaman telah berada dalam perang selama lebih dari satu dekade, dan pertempuran terbaru ini menggagalkan gencatan senjata yang berlaku sejak 2022 antara Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui internasional serta didukung Saudi.

Seorang Menteri Yaman menyatakan kepada AFP bahwa Houthi berencana merebut wilayah di sepanjang Selat Bab el-Mandeb, pintu masuk strategis Laut Merah, yang berpotensi mengancam jalur pelayaran vital tersebut. Tiga sumber militer Houthi dan juru bicara pasukan pemerintah Yaman juga menyebut bahwa pemberontak berencana bergerak ke selatan dari wilayah yang mereka kuasai saat ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: konflik Politik Timur Tengah
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author