Korlantas Polri Perkuat Kemitraan Strategis Media Tangkal Hoaks
Kakorlantas Polri Irjen Wibowo mempererat kemitraan strategis dengan media massa untuk menangkal penyebaran informasi bohong serta mengawal berbagai kebijakan lalu lintas dan program pemerintah, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Sinergi bersama media arus utama dinilai menjadi pilar penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat di tengah maraknya disinformasi mengenai lalu lintas.
"Rekan-rekan juga butuh kami sebagai pemberi informasi, sebagai narasumber terkait dengan beberapa isu yang mungkin menjadi polemik atau menjadi pembahasan di ruang publik yang tentunya harus kita berikan secara benar. Dan ini menjadi masukan yang baik juga sehingga masyarakat tidak bias terhadap informasi-informasi yang saat ini sangat banyak hoaksnya," ujar Wibowo.
Penanganan hoaks lalu lintas di media sosial memerlukan klarifikasi yang konsisten karena isu-isu lama acap kali diunggah kembali oleh pihak tak bertanggung jawab.
"Saya sudah banyak meng-counter isu-isu itu, tapi ada muncul lagi, terutama di media-media sosial. Hal-hal yang sudah rekan-rekan lakukan di lapangan beberapa waktu lalu, saya sudah cukup amati dan jujur saya angkat topi untuk rekan-rekan sekalian," ungkap Wibowo.
Selain penanganan disinformasi, peran media juga mencakup edukasi keselamatan publik dan publikasi operasi lalu lintas nasional secara intensif.
"Ini mitra yang strategis, antara Polri dengan media. Bagaimana media mampu untuk menyuarakan, mempublikasikan, mensosialisasikan seluruh kebijakan-kebijakan yang ada di Polri, khususnya Korlantas," tutur Wibowo.
Dukungan media turut diperlukan untuk mengawal program prioritas pemerintah, termasuk penertiban kendaraan overdimensi dan kelebihan muatan.
"Kemudian situasi Zero ODOL pun juga nanti akan banyak hal-hal yang rekan-rekan harus ketahui bahwa Korlantas tentunya pasti akan all-out untuk mendukung kebijakan pemerintah Zero ODOL," tegas Wibowo.
Langkah keterbukaan publik ini selaras dengan program Polantas KARIB serta penerapan budaya pelayanan 3S demi mewujudkan sosok polisi lalu lintas yang humanis dan tepercaya.