Konvoi Pesilat PSHT Sumbat Jalur Semarang-Solo

Share

Arus lalu lintas di Jalan Semarang-Solo Ungaran mengalami kemacetan parah akibat aksi menutup jalan yang dilakukan oleh iring-iringan massa perguruan silat. Kejadian yang sempat viral di media sosial ini berlangsung sejak Sabtu (4/7) malam hingga menjelang Minggu (5/7) pagi.

Kepadatan kendaraan terpantau memanjang dari kawasan SPBU Bukit hingga menuju ke Kecamatan Ungaran. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, penumpukan arus lalu lintas tersebut dipicu oleh kerumunan massa yang berkumpul di tengah jalan.

Pihak kepolisian segera mengambil tindakan di lapangan untuk mengurai kemacetan. Aparat dari Polsek Banyumanik bersama personel gabungan lainnya langsung disebar ke beberapa titik lokasi guna mempercepat penormalan arus kendaraan.

Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky, membenarkan adanya peristiwa yang mengganggu ketertiban lalu lintas tersebut. Penertiban dilakukan secara bertahap dengan mengarahkan massa agar segera memecah rute perjalanan mereka.

"Jadi itu macetnya karena rombongan PSHT baru ada kegiatan pengukuhan PSHT di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, terus mereka hura-hura menutup jalan," ucap Kompol Hengky, Kapolsek Banyumanik.

Petugas di lapangan berupaya mengawal situasi agar tidak semakin memburuk. Pembubaran massa dilakukan secara perlahan demi membuka kembali akses jalan bagi pengguna kendaraan yang lain.

"Intinya, kami turun untuk mengawal. Kan macet karena menutup jalan. Kami usir sedikit-sedikit, terus kami sebar dua arah, ada yang turun, ada yang belok ke Pramuka," lanjut Kompol Hengky, Kapolsek Banyumanik.

Langkah persuasif dikedepankan oleh petugas kepolisian saat berkomunikasi dengan para pemuda di lokasi. Petugas mengimbau mereka secara humanis mengingat waktu yang sudah beranjak pagi.

"Kami persuasif dengan baik, (bilang) 'ayo adik-adik pulang. Sudah pagi, kasihan pengguna jalan yang lain'," ucap Kompol Hengky, Kapolsek Banyumanik.

Mayoritas dari peserta konvoi tersebut diketahui masih berstatus sebagai pelajar. Massa yang memadati jalanan itu teridentifikasi datang dari berbagai wilayah, meliputi Semarang, Demak, Bergas, Purwodadi, Boyolali, hingga Salatiga.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author