Kontroversi Cuitan Komikus One-Punch Man Yūsuke Murata Soal Pakistan
Laman media sosial X mendadak riuh oleh perbincangan hangat yang menyeret nama besar di industri manga Jepang. Komikus One-Punch Man lagi jadi omongan nih, detikers. Yūsuke Murata menuai pro dan kontra karena mengomentari postingan kontroversial soal warga Pakistan di laman X (Twitter).
Gelombang diskusi ini bermula dari ranah politik Eropa sebelum akhirnya bergeser ke linimasa sang ilustrator ternama. Isu ini mencuat gara-gara sebuah postingan aktivis sayap kanan Inggris, Tommy Robinsin, yang mengklaim,
"Warga Pakistan membentuk 3% dari populasi Inggris. Mereka bertanggung jawab atas 33% cacat lahir pada anak. Mereka dilahirkan dengan keterbelakangan mental," bunyi postingan tersebut.
Tanggapan yang muncul setelahnya justru memicu perdebatan baru yang jauh lebih luas.
Tanpa diduga, sang kreator manga ikut memberikan respons di bawah unggahan tersebut. Yūsuke Murata pun membalas postingan itu. Pernyataannya ini yang menjadi kontroversial dan jadi omongan global.
"Mereka memiliki kepala kecil, hidung mancung, dan bibir tipis. Mereka terlihat seperti patung Moai. Bukankah mereka keturunan manusia purba?" cuit Yūsuke Murata.
Sontak saja, interaksi digital ini langsung memancing perhatian netizen dari berbagai belahan dunia.
Respons terhadap pernyataan tersebut langsung membanjiri lini masa dalam waktu singkat dengan berbagai pandangan. Unggahan Yūsuke Murata pun telah dibalas lebih dari 1.000 balasan dan 5.000 repost. Sebagian besar mengkritik jawaban sang komikus, dan sisanya mendukung unggahan dan klaim yang belum diverifikasi tersebut.
Di tengah kegemparan tersebut, muncul dugaan dari para pengikutnya mengenai kesalahan teknis dalam penggunaan media sosial. Beberapa balasan berspekulasi apakah Murata bermaksud membuat unggahan tersebut di akun X/Twitter alternatif, tetapi tidak mengganti akun sebelum mengunggah. Banyak komentar, balasan, dan kutipan yang diunggah ulang pada unggahan Murata berbahasa Inggris dan Jepang, dengan beberapa dari bahasa lain.
Sanggahan Berdasarkan Data Ilmiah
Di sisi lain, narasi yang beredar di platform X tersebut nyatanya tidak sejalan dengan hasil riset resmi yang pernah dipublikasikan di Inggris. Sementara itu, lembaga penyiaran publik Inggris BBC melaporkan proyek penelitian Born in Bradford pada November 2023 dan Februari 2025 dengan statistik yang bertentangan dengan klaim Robinson.