Kementerian Jepang Ungkap Turis Asing Konsumsi Beras Lebih Tinggi di 2025
Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF) merilis data konsumsi beras wisatawan asing selama tahun fiskal 2025 yang menunjukkan konsumsi beras lebih tinggi dibanding penduduk lokal, dilansir dari Detik Travel.
Data ini berdasarkan kuesioner dari pengunjung 14 negara. MAFF memperkirakan rata-rata konsumsi nasi matang turis asing mencapai 570 gram per hari, setara empat mangkuk nasi, jauh di atas perkiraan awal 350 gram atau 2,5 mangkuk per hari.
Turis dari Vietnam tercatat konsumsi tertinggi, yaitu 718 gram, diikuti Indonesia 714 gram, Filipina 695 gram, dan Thailand 629 gram. Pengunjung dari Amerika Serikat mengonsumsi 565 gram, Tiongkok 546 gram, dan terendah Hong Kong 468 gram.
Rata-rata konsumsi nasi orang Jepang sekitar 330-340 gram per hari. Artinya, turis asing makan sekitar 70 persen lebih banyak nasi selama tinggal di Jepang dibanding warga lokal.
MAFF menjelaskan konsumsi tinggi ini tidak hanya dari makanan sushi, tetapi juga popularitas bola nasi onigiri yang dinikmati turis beberapa kali sehari.
Sebaliknya, warga Jepang lebih sering mengonsumsi karbohidrat lain seperti roti dan mi dalam diet harian mereka.
Berdasarkan perhitungan terbaru, pengunjung asing diperkirakan mengonsumsi sekitar 82.000 ton beras giling atau setara 91.000 ton beras merah antara Juli 2025 hingga Juni 2026. Angka ini naik signifikan dari perkiraan sebelumnya 61.000 ton pada Maret 2026.
Perkiraan ini muncul setelah kekurangan beras di Jepang tahun 2024 yang dikenal sebagai "Kerusuhan Beras Reiwa" akibat panen buruk dan permintaan tinggi turis asing.
Setelah itu, pemerintah memutuskan meneliti konsumsi nasi turis karena belum pernah dipertimbangkan sebelumnya. Dengan data ini, pemerintah dapat lebih akurat menilai penawaran dan permintaan serta mempersiapkan sektor pariwisata menghadapi perubahan.