Konflik Timur Tengah Memanas di Tengah Isu Keamanan dan Militer AS
Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah memicu perhatian internasional menyusul lonjakan ketegangan militer, penemuan material nuklir, hingga krisis kesehatan mental di dalam kapal induk Tentara Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, pada Rabu (19/8/2026).
Kekhawatiran terhadap kesehatan mental para personel militer AS meningkat seiring dengan lamanya penugasan USS Abraham Lincoln yang melampaui 200 hari di laut. Pemerintah AS di bawah pimpinan Donald Trump pun mendapat sorotan tajam dan memutuskan mengerahkan USS George Washington untuk menggantikan posisi kapal tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Di tempat terpisah, ketegangan diplomatik dan militer juga melibatkan Iran dengan beberapa pihak lain. Uni Emirat Arab (UEA) mengklaim bahwa Iran menembakkan dua rudal balistik ke wilayahnya pada Selasa (18/8), yang menjadi insiden pertama setelah beberapa bulan terakhir.
Pemerintah Iran membantah tuduhan tersebut secara tegas melalui juru bicaranya.
"Dengan tegas menolak klaim Uni Emirat Arab bahwa Iran telah meluncurkan rudal ke arah negara itu," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.
Ia menambahkan bahwa tuduhan yang dilayangkan oleh pihak Abu Dhabi tersebut berisiko merusak kepercayaan serta mengganggu keamanan kawasan.
Selain perselisihan dengan UEA, pihak Iran turut mengecam klaim Presiden AS Donald Trump yang mengunggah peta di platform Truth Social dan menyebut Selat Hormuz sebagai wilayah baru AS. Wakil Menteri Luar Negeri Iran memberikan respons keras terhadap unggahan tersebut.
"Sama seperti Trump yang menyebut Teluk Persia dengan nama yang tepat, khayalannya tentang Selat Hormuz akan segera dihilangkan, atau kami yang akan meluruskan orang delusional ini," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi.
Sementara itu, situasi keamanan di Suriah dan Jalur Gaza juga terus memburuk. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan temuan beberapa ton material nuklir di Suriah setelah pemerintah baru negara tersebut memberikan laporan resmi.
Di Jalur Gaza, serangan drone militer Israel menghantam sebuah kafe di kawasan pelabuhan Kota Gaza pada Selasa (18/8) waktu setempat. Pihak medis melaporkan sedikitnya enam warga Palestina tewas, termasuk seorang anak-anak, serta 12 orang lainnya mengalami luka-luka.