Konflik dengan Iran Berdampak pada Anggota Militer Amerika Serikat
Eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran memicu dampak berantai, mulai dari kerugian ekonomi bagi sekutu Washington hingga ancaman cedera otak traumatis yang membayangi ratusan prajurit militer AS di kawasan Timur Tengah.
Hampir 700 anggota militer AS mengalami luka-luka akibat gelombang serangan drone dan rudal ke berbagai pangkalan strategis. Komando Pusat AS mencatat empat prajurit tewas di Yordania dan Irak pada Juli 2026, serta 417 tentara terluka hingga akhir bulan tersebut.
Sebagian besar korban menderita cedera otak traumatis akibat dampak gelombang ledakan di dekat sasaran. Kondisi ini memicu kekhawatiran jangka panjang terkait kesehatan mental, serangan migrain, hingga risiko penyakit otak degeneratif bagi para veteran pertempuran.
Penasihat militer Iran Mayor Jenderal Mohsen Rezaei menegaskan bahwa Korps Garda Revolusi Islam telah melancarkan serangan balasan yang signifikan terhadap pangkalan militer Washington di Irak dan Kuwait selama periode pertempuran sengit.
"Kita harus menyebut konflik ini sebagai Perang Ketiga atau Perang 17 Hari Muharram, di mana kita juga memberikan pukulan telak ke Amerika," kata Mohsen Rezaei, Penasihat Militer Pemimpin Tertinggi Iran.
Rezaei menambahkan bahwa pergerakan armada militer Amerika Serikat di Selat Hormuz telah melanggar kesepakatan awal dan memicu respons ketat dari pasukan pertahanan Teheran.
"AS mencoba membuat pengaturan baru, membangun koridor di selatan Selat Hormuz dan mengabaikan peringatan Republik Islam Iran, oleh karena itu pasukan menargetkan dua atau tiga kapal agar mereka mematuhi kesepakatan," kata Mohsen Rezaei, Penasihat Militer Pemimpin Tertinggi Iran.
Di ranah domestik Amerika Serikat, ketegangan ini memicu desakan dari jajaran parlemen agar militer memperketat penanganan medis serta mengevaluasi dampak perang terhadap prajurit di lapangan.
"Saya berbicara langsung dengan warga Wisconsin yang mengalami cedera otak traumatis akibat perang Presiden Donald Trump di Iran dan berminggu-minggu tidak mendapatkan pemeriksaan, apalagi perawatan khusus untuk cedera mereka," kata Tammy Baldwin, Senator Wisconsin.
Konflik ini turut menekan kondisi ekonomi Yordania akibat penurunan sektor pariwisata dan lonjakan biaya impor energi, sementara Mesir menghadapi penurunan pengaruh diplomasi di kawasan Timur Tengah.