Konflik AS dan Iran Meluas Hingga Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Share

Eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran kini meluas ke jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb, sehingga mengancam pasokan energi serta memicu kenaikan harga minyak Brent hingga menembus US$90 per barel, dilansir dari Detikcom.

Pemerintah Washington menuding Teheran berupaya menguasai lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz melalui pengarahan rute ke dekat pantai Iran, pemungutan biaya lintas, hingga serangan terhadap sejumlah kapal tanker. Kondisi ini memperparah gangguan rantai pasok global yang sebelumnya sudah tertekan.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai tindakan Iran mengontrol jalur maritim internasional dapat menjadi ancaman serius bagi kebebasan navigasi di berbagai wilayah dunia, termasuk kawasan Indo-Pasifik.

"Jika kita menciptakan preseden bahwa sebuah negara dapat memutuskan untuk mengendalikan jalur pelayaran internasional, memungut biaya, dan menghancurkan kapal yang menolak membayar, maka itu akan menjadi preseden yang sangat berbahaya," kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Ancaman terhadap kebebasan pelayaran ini turut disampaikan Rubio dalam forum menteri luar negeri ASEAN di Manila pada Rabu (22/7), di mana AS menegaskan komitmen menjaga keamanan maritim bersama kawasan.

"Jika kita menciptakan preseden bahwa sebuah negara dapat memutuskan untuk mengendalikan jalur pelayaran internasional, memungut biaya, dan menghancurkan kapal yang menolak membayar, maka itu akan menjadi preseden yang sangat berbahaya dan bisa terulang di kawasan lain, termasuk kawasan ini," kata Rubio.

Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman mengumumkan blokade laut terhadap kapal-kapal yang terhubung dengan Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb pada Selasa (21/7). Menanggapi hal itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan kesiapan pemerintahannya untuk mengambil tindakan tegas jika lalu lintas pelayaran di Laut Merah benar-benar terganggu.

"Sejauh ini itu belum terjadi. Jika hal seperti itu terjadi, kami akan menanganinya," kata Trump.

Upaya meredakan ketegangan terus dilakukan melalui jalur diplomasi, salah satunya oleh Pakistan yang kembali menjadi mediator. Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni melangsungkan pertemuan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif di Islamabad pada Selasa (21/7) guna mencegah perluasan perang.

"Pakistan kembali mulai memainkan peran sebagai mediator untuk menghentikan perang agar tidak meluas," kata seorang diplomat.

Di tengah upaya diplomasi tersebut, militer AS mulai mengantisipasi konflik berkepanjangan. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengungkapkan kepada Senat pada Selasa (21/7) bahwa anggaran operasi militer melawan Iran telah menembus US$37,5 miliar dan Pentagon telah mengajukan tambahan dana ke Kongres.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author