Konami Ungkap Strategi Pengembangan Game Silent Hill dan Castlevania
Produser Konami Motoi Okamoto mengungkapkan strategi pengembangan gim Silent Hill f dan proyek Castlevania: Belmont's Curse dalam ajang CEDEC 2026 di Jepang. Pengembang gim mendorong tim penulis skenario untuk membaca hingga ratusan buku demi memperkuat kualitas narasi.
Pengumuman strategi ini disampaikan saat tim pengembang membagikan wawasan mengenai proses pengerjaan pembuatan ulang Silent Hill 2 serta Silent Hill f. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya Konami untuk merevitalisasi waralaba gim horor klasik mereka secara serius.
Okamoto menilai seorang produser wajib membaca sebagian besar karya penulis sebelum memberikan komisi untuk skenario gim. Hal tersebut dinilai penting untuk memahami gaya penulisan, kelebihan, serta kekurangan dari setiap penulis.
Untuk Silent Hill f, Konami menggaet Ryukishi07 yang terkenal melalui seri visual novel When They Cry. Penunjukan ini didasari oleh pengalaman luas Ryukishi07 dalam menulis kisah horor serta kesesuaian karyanya dengan identitas seri Silent Hill.
"Di dalam tim, kami saling memberi tekanan satu sama lain, terutama di antara para penulis skenario, untuk membaca setidaknya 100 hingga 200 buku setahun," kata Motoi Okamoto, Produser Konami.
Gim Silent Hill f mengambil latar Jepang pada tahun 1960-an dengan atmosfer yang pekat. Kesuksesan latar tersebut membuat Takeshi Masago dan Tamami Hiraoka, pengisi suara karakter orang tua Hinako, diangkat menjadi duta pariwisata Kota Gero di Prefektur Gifu, Jepang.
"Jika Anda harus menugaskan seorang penulis, Anda setidaknya harus membaca mayoritas dari seluruh karya mereka sebelum menugaskannya," kata Motoi Okamoto, Produser Konami.
Okamoto juga menyinggung proses pembaruan tim internal Konami saat keputusan menghidupkan kembali seri Silent Hill disetujui. Sekitar separuh dari tim pengembang saat ini berada di usia 20-an setelah tim lama hampir seluruhnya digantikan.
"Ini bukan hanya masalah rasa hormat mendasar, tetapi juga untuk memahami bahwa setiap penulis memiliki kelebihan dan kekurangan, serta untuk memahami gaya dan keunikan mereka," kata Motoi Okamoto, Produser Konami.
Langkah eksperimental ini dilakukan Konami agar para penggemar melihat keseriusan perusahaan dalam menggarap ulang waralaba tersebut. Konami bertekad terus melakukan uji coba pada sisi cerita dan mekanisme permainan pada setiap judul baru.
"Saya ingin orang-orang merasa bahwa ini adalah upaya serius untuk menghidupkan kembali seri ini, bukan sekadar remake 'wait-and-see' yang mengukur popularitas seri, yang sering terjadi belakangan ini," kata Motoi Okamoto, Produser Konami.
"Itulah mengapa saya sangat ingin mengumumkan gim baru pada saat yang sama dengan gim remake," kata Motoi Okamoto, Produser Konami.
Di sisi lain, Konami juga bekerja sama dengan studio asal Prancis, Evil Empire, untuk menggarap Castlevania: Belmont's Curse. Gim bergenre aksi-eksplorasi 2D ini mengusung protagonis baru bernama Rose Belmont dengan latar kota Paris era abad ke-14.
Produser Konami Tsutomu Taniguchi menjelaskan bahwa kolaborasi ini berawal dari antusiasme Evil Empire saat menggarap konten tambahan untuk Dead Cells. Keahlian studio tersebut dalam merancang permainan aksi menjadi alasan utama berlanjutnya kerja sama.
"Yang pertama adalah semangat Evil Empire terhadap Castlevania. Yang kedua adalah keahlian mereka dalam gim aksi. Castlevania selalu menjadi seri aksi, jadi sangat penting agar kontrol, gameplay, dan nuansa secara keseluruhan memenuhi harapan pemain," kata Tsutomu Taniguchi, Produser Konami.
Direktur Kreatif Evil Empire Emmanuel Nouaille menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh Konami. Ia menyebut portofolio kerja timnya menjadi bukti nyata yang meyakinkan pihak penerbit.
"Portofolio terbaik kami hanyalah karya kami sendiri," kata Emmanuel Nouaille, Direktur Kreatif Evil Empire.
Kerja sama antara kedua studio kian solid setelah proses uji coba awal mendapatkan respons positif. Kebebasan kreatif diberikan kepada pengembang dengan tetap menjaga elemen inti waralaba, seperti senjata cambuk Vampire Killer.
"Ini bukan proyek pekerjaan untuk disewakan. Ini adalah kolaborasi kreatif yang nyata," kata Emmanuel Nouaille, Direktur Kreatif Evil Empire.
Gim Castlevania: Belmont's Curse dijadwalkan meluncur pada 15 Oktober 2026 untuk berbagai platform. Versi Nintendo Switch dikonfirmasi berjalan pada performa 30fps dengan ukuran berkas antara 4GB hingga 6GB, sementara platform lain mencapai 60fps.
"Jika [ulasan] ini membuat Anda penasaran, tutup tab ini, hindari media sosial dan ulasan atau tayangan lebih lanjut, dan biarkan diri Anda mengalami Silent Hill f secara langsung," kata Eurogamer, Media Gim.
"Anda akan berterima kasih kepada saya atau membenci saya karenanya, tetapi bagaimanapun juga, Anda akan bersenang-senang," kata Eurogamer, Media Gim.