Komnas HAM Dukung Polda Metro Jaya Usut Kematian Sutrimo
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mendorong Polda Metro Jaya mengusut tuntas kasus kematian misterius seorang pria bernama Sutrimo di depan klinik kecantikan kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/7/2026), dilansir dari Detikcom.
Dukungan tersebut disampaikan oleh pimpinan Komnas HAM guna memastikan penyebab kematian korban dapat terungkap secara jelas kepada masyarakat.
"Mendorong dan mendukung kepolisian untuk melakukan penyelidikan," ujar Ketua Komnas HAM Anis Hidayah.
Dukungan senada juga diutarakan oleh pihak Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM untuk mengawal jalannya proses hukum oleh kepolisian.
"Kita dukung aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, untuk mengusut tuntas kasus ini supaya penyebab kematiannya terang benderang," jelas Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian.
Lembaga tersebut memastikan bakal terus memantau setiap tahapan penanganan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
"Untuk saat ini kita akan monitor dulu penanganan kepolisian," sambung Saurlin P. Siagian.
Aparat penegak hukum masih terus mendalami penyebab pasti tewasnya Sutrimo. Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan telah menggelar olah tempat kejadian perkara susulan di Jalan Kramat Pela RT 11/RW 11, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, untuk memetakan rangkaian peristiwa.
Korban pertama kali ditemukan di lokasi dalam kondisi mulut berbusa dan diduga merupakan Kepala Rumah Tangga dari mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Petugas kepolisian hingga kini masih melakukan verifikasi mendalam terkait latar belakang dan identitas korban.
"Masih didalami," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.