Komitmen Konservasi Gajah Indonesia Raih Apresiasi Internasional
Penguatan posisi Indonesia sebagai salah satu pemimpin perlindungan gajah di Asia mendapat apresiasi tinggi dari komunitas konservasi internasional. Langkah strategis pemerintah dalam menjaga keberlangsungan satwa ini dinilai konsisten, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Ketua IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group, Heidi Riddle, mengungkapkan bahwa komitmen tersebut telah dibuktikan Indonesia selama bertahun-tahun melalui langkah-langkah nyata.
Salah satu momen penting terjadi saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Elephant Range States Meeting di Jakarta pada 2017 yang menghasilkan Jakarta Declaration for Asian Elephant Conservation 2017.
"Dari perspektif global, Indonesia selama bertahun-tahun telah menunjukkan komitmen yang semakin kuat dalam konservasi gajah. Salah satu tonggak penting adalah ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Elephant Range States Meeting di Jakarta pada tahun 2017 yang menghasilkan Jakarta Declaration for Asian Elephant Conservation 2017, deklarasi formal pertama yang disepakati bersama oleh seluruh negara sebaran gajah Asia sebagai komitmen regional untuk memperkuat konservasi gajah," kata Heidi seperti dikutip, Senin (20/7/2026).
Pendekatan berbasis bentang alam (landscape based conservation) terus dikembangkan oleh pemerintah guna memperkokoh regulasi dan kolaborasi lintas sektor.
"Sejak saat itu Indonesia terus memperkuat berbagai kebijakan, mengembangkan pendekatan konservasi berbasis bentang alam (landscape based conservation), serta mendorong kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari strategi konservasi gajah," tambah Heidi.
Penerbitan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan menjadi babak baru yang mempertegas koordinasi antarlembaga.
"Atas nama IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group, kami menegaskan kembali komitmen untuk terus mendukung Pemerintah Indonesia melalui berbagi pengalaman, pengetahuan ilmiah, serta keahlian para anggota kami dari berbagai negara sebaran gajah Asia. Kami meyakini Indonesia akan terus memainkan peran penting sebagai salah satu pemimpin konservasi gajah di kawasan, sekaligus memberikan inspirasi bagi negara-negara lain dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi gajah Asia," jelasnya.
Landasan kebijakan yang solid diyakini mampu meyakinkan masa depan kelestarian gajah, meskipun penerjemahan aturan menjadi hasil riil memerlukan proses dan kolaborasi berkelanjutan.
Inpres tersebut mengamanatkan agar agenda pembangunan infrastruktur dan perkebunan tidak mengorbankan pergerakan gajah di area ruang jelajahnya.
"Kalau misalnya Kementerian Pekerjaan Umum membangun jalan dan itu mengganggu home range gajah, maka wajib dibuat koridor sendiri. Begitu juga kalau ada perkebunan yang masuk ke jalur jelajah gajah, harus ada ruang yang dikosongkan bahkan diperkaya menjadi area preservasi supaya gajah tetap bisa bergerak di habitatnya dengan makanan yang cukup," kata Menhut Raja Juli Antoni.