Komisi III DPR Apresiasi Kenaikan Kepercayaan Publik terhadap Polri
Tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 82,4 persen berdasarkan hasil survei Litbang Kompas pada Juni 2026. Capaian positif ini mendapat apresiasi langsung dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Dilansir dari Detikcom, jajak pendapat yang berlangsung pada 9 hingga 18 April 2026 tersebut menggunakan metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden di 38 provinsi. Angka kepercayaan ini melonjak dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebesar 76,2 persen.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Dede Indra Permana Soediro, memberikan penghargaan tinggi atas dedikasi seluruh jajaran kepolisian di pusat maupun daerah dalam menjaga keamanan negara.
"Kami Pimpinan Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan DPR RI tentu mengapresiasi capaian ini. Saya menyampaikan penghargaan kepada Bapak Kapolri, Bapak Wakapolri, serta seluruh jajaran kepolisian di pusat maupun daerah yang terus bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melayani masyarakat," ujar Dede Indra Permana Soediro, Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Meskipun memberikan pujian, Dede menegaskan bahwa fungsi pengawasan legislatif tidak akan berkurang demi mendorong institusi kepolisian yang semakin profesional dan humanis.
"Polri harus terus hadir sebagai pengayom masyarakat. Bukan hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu memberi rasa aman, dekat dengan rakyat, mendengar aspirasi, dan melayani semua kalangan secara humanis serta profesional," tegas Dede Indra Permana Soediro, Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Ia juga menilai bahwa lonjakan kepercayaan ini harus dijadikan modal utama bagi jajaran kepolisian untuk mengoptimalkan kinerja di berbagai sektor strategis nasional.
"Peran Polri sangat luas. Dari menjaga keamanan masyarakat, mendukung iklim investasi dan percepatan ekonomi, mengawal dinamika sosial politik, sampai memastikan penegakan hukum berjalan dengan adil. Semua itu harus dilakukan dengan independensi dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat," kata Dede Indra Permana Soediro, Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Lebih lanjut, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut mengungkit memori kolektif bangsa terkait andil historis aparat kepolisian dalam melindungi para tokoh negara di masa lalu.
"Kita tidak boleh melupakan sejarah. Ada masa ketika kepolisian hadir menjaga Bung Karno dalam situasi yang tidak mudah. Pada kejadian Sholat Idul Adha 14 Mei 1962, Anggota Kepolisian secara heroik menyelamatkan Bung Karno dari percobaan pembunuhan. Hal ini menjadi catatan sejarah bagian dari pengabdian aparat kepolisian kepada negara dan rakyat," ujar Dede Indra Permana Soediro, Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Hubungan historis tersebut dipandang bukan sekadar jalinan antarlembaga, melainkan ikatan kebangsaan yang tumbuh kuat dari pengalaman panjang mengawal Republik Indonesia.
"PDI Perjuangan dan Polri memiliki titik temu dalam sejarah pengabdian kepada bangsa. Dari Bung Karno hingga generasi Ibu Puan Maharani, kita melihat bahwa tugas kepolisian selalu berada dalam garis besar menjaga negara, menjaga rakyat, dan menjaga keberlanjutan cita-cita kebangsaan," ujar Dede Indra Permana Soediro, Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Pada akhir keterangannya, Dede berharap hasil positif dari survei ini menjadi motivasi tambahan bagi Polri untuk terus mendekatkan diri dan memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh warga.
"Kepercayaan rakyat adalah modal yang sangat besar. Karena itu, Polri harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat. Polri yang kuat adalah Polri yang dipercaya rakyat, dicintai rakyat, dan benar-benar hadir sebagai pengayom masyarakat," ujar Dede Indra Permana Soediro, Wakil Ketua Komisi III DPR RI.