Kombes Norul Hidayat Raih Hoegeng Awards 2026 Kategori Polisi Berintegritas
Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Bangka Belitung, Kombes Norul Hidayat, berhasil meraih penghargaan Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Berintegritas. Dilansir dari Detikcom, penganugerahan ini diberikan atas ketegasan dan kedisiplinannya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) serta penekanan nilai moral bagi peserta didik di lingkungannya. Malam puncak penganugerahan Hoegeng Awards 2026 tersebut berlangsung di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (31/7/2026).
Acara bergengsi ini dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Chairman of CT Corp Chairul Tanjung, serta jajaran menteri dan pimpinan lembaga negara. Pengumuman pemenang kategori Polisi Berintegritas dibacakan oleh anggota Dewan Pakar Hoegeng Awards yang juga Direktur Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia, Alissa Qotrunnada Wahid. Penyerahan trofi kepada Kombes Norul Hidayat dilakukan secara langsung oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Chairul Tanjung dan Ketua KPK Setyo Budiyanto.
Penyerahan penghargaan ini menjadi puncak dari proses seleksi ketat yang berjalan sejak awal tahun. Proses penilaian melibatkan lima anggota Dewan Pakar, yaitu Alissa Qotrunnada Wahid, Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, Mantan Plt Pimpinan KPK Mas Achmad Santosa, anggota Kompolnas Gufron Mabruri, serta Ketua Komisi III DPR Habiburokhman.
Menjabat sebagai Kepala SPN Polda Bangka Belitung sejak akhir 2023, Kombes Norul Hidayat dikenal luas sebagai pemimpin yang memegang teguh integritas, kedisiplinan, dan ketegasan. Kesaksian mengenai kepemimpinannya datang dari berbagai pihak, mulai dari anggota SPN Polda Babel, orang tua siswa, hingga masyarakat sipil. Dalam menjalankan tugasnya, ia secara konsisten menekankan pentingnya penumpasan pungli, transparansi pengelolaan anggaran, kerapian administrasi, dan penegakan aturan lembaga. Kombes Norul menolak keras segala bentuk pemberian hadiah dari peserta didik maupun pihak luar demi menjaga marwah institusi kepolisian.
Di samping ketegasannya, sosok perwira menengah ini juga dikenal sangat sederhana dan menghindari gaya hidup mewah. Dalam operasional kepemimpinannya, ia selalu memprioritaskan efisiensi anggaran dan menghindari kegiatan yang memakan biaya besar. Sikap bersahaja tersebut tampak dari aktivitas kesehariannya yang kerap berkebun di area SPN Polda Babel dengan pakaian sederhana. Bahkan pada awal masa dinasnya di tempat tersebut, penampilannya sempat membuat beberapa peserta didik mengira dirinya sebagai petugas kebun.