Komandan Angkatan Laut AS Tewas Pasca Insiden Helikopter di Laut Arab

Share

Seorang perwira tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dikonfirmasi meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang di Laut Arab. Peristiwa ini terjadi pasca insiden kecelakaan helikopter militer yang ditumpanginya pada awal Juli 2026.

Perwira yang gugur tersebut diidentifikasi sebagai Komandan Gabriel Edwards yang berasal dari Oakland, Oregon. Seperti dikutip dari Detikcom, Edwards menjabat sebagai pimpinan Skuadron Helikopter Tempur Laut 5 (HSC).

Edwards dilaporkan hilang sejak 1 Juli setelah helikopter jenis MH-60S Seahawk melakukan pendaratan darurat. Skuadron militer tersebut saat ini tengah mengemban tugas di wilayah Timur Tengah di atas kapal induk kelas Nimitz, USS George H.W. Bush.

Pihak militer menyatakan Edwards meninggal dunia setelah operasi pencarian intensif selama lebih dari 102 jam tidak membuahkan hasil. Pencarian yang menyisir area seluas 14.000 mil persegi tersebut akhirnya dihentikan pada 5 Juli waktu setempat.

Identitas resmi korban baru dirilis oleh otoritas Angkatan Laut AS pada Rabu (8/7). Operasi penyelamatan ini sebelumnya melibatkan jet tempur, pesawat pengintai P-8A Poseidon dari dua satuan tugas kapal induk, serta armada Angkatan Udara.

Dalam insiden pendaratan darurat tersebut, tiga awak helikopter lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Saat ini, keadaan ketiga kru tersebut dilaporkan telah stabil.

Otoritas berwenang masih melakukan investigasi mendalam terkait penyebab jatuhnya helikopter. Meski demikian, pihak Angkatan Laut AS memastikan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh aksi serangan musuh.

"Komandan Gabe Edwards adalah sosok teladan kepemimpinan yang tanpa pamrih, yang mendedikasikan dirinya untuk pengabdian dan pengorbanan selama 20 tahun terakhir," kata Komandan Carrier Air Wing 7, Kapten Matthew Lewis, dalam pernyataannya.

Kabar duka ini mengemuka di tengah situasi geopolitik yang memanas setelah Presiden Donald Trump menyatakan berakhirnya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. Hubungan kedua negara kembali tegang seiring aksi saling serang yang melibatkan kekuatan militer masing-masing.

Pasukan AS meluncurkan serangan ke puluhan target Iran sebagai respons atas sabotase kapal di Selat Hormuz. Pihak Iran membalas dengan membidik fasilitas militer AS di kawasan Teluk.

Saat menghadiri KTT NATO di Turki, Trump melontarkan kritik tajam dengan menyebut para pemimpin Iran tidak waras. Dirinya juga menegaskan tidak ingin menjalin komunikasi lagi dengan pihak Teheran.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author