Koalisi Masyarakat Sipil Bentuk Kabinet Bayangan Awasi Pemerintahan

Share

Koalisi Masyarakat Sipil mendeklarasikan Kabinet Bayangan Indonesia di Cikini, Jakarta, pada 27 Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai ruang kritik dan pengawasan epistemik berbasis data terhadap kinerja kementerian dalam Kabinet Merah Putih kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pembentukan kelompok pengawas sukarela ini dilatarbelakangi oleh fungsi kontrol parlemen yang dinilai tidak berjalan optimal akibat besarnya koalisi pendukung pemerintah. Dalam perkembangannya, gerakan ini juga meluncurkan situs Kabinetbayangan.id untuk mengajak masyarakat memberikan rekomendasi figur berintegritas.

Inisiatif tersebut dipandangnya sebagai langkah wajar karena jajaran pembantu presiden dinilai tidak mampu memberikan penjelasan publik dengan baik serta enggan menjawab kritik secara terbuka.

"Ndak beri penjelasan ke publik, lalu programnya apa saja, kalau dikritik nggak menjawab, lalu dilempar ke presiden sendiri, gitu kan?" ujar Mahfud MD, mantan Menko Polhukam RI.

Ia menambahkan bahwa kebuntuan saluran aspirasi masyarakat membuat hadirnya kelompok pengawas ini menjadi bentuk improvisasi gerakan politik yang positif untuk memberi contoh tata cara kerja menteri yang seharusnya.

"Semua kritik-kritik itu mental, karena menterinya nggak berani, sementara tidak sampai ke presiden. Nah, oleh sebab itu kalau dibentuk kayak gini sebagai improvisasi dalam gerakan politik, menurut saya gak apa-apa gitu, untuk menunjukkan 'ini loh kalau jadi Menteri Sekretaris Negara misalnya ya harus seperti Feri Amsari'," ungkap Mahfud MD.

Di sisi lain, perwakilan dari gerakan ini menyatakan keterbukaannya terhadap masukan dari para tokoh bangsa guna memperkuat fungsi pemantauan yang saat ini digawangi oleh panel independen.

"Ada pikiran dari teman-teman untuk bahkan meng-upgrade panel ini, para senior ini. Jadi, kami akan mencari tokoh-tokoh bangsa yang bisa menjadi jangkar moral dan kedua bisa memantau kami. Jadi, kami rencanakan akan expand nih, jadi tidak cuma tiga orang ini," ujar Ahmad Jilul QF, Seskab Kabinet Bayangan.

Ia juga menegaskan bahwa partisipasi figur senior di luar jalur politik akan diterima dengan sangat terbuka untuk mengisi peran pengawasan internal gerakan tersebut.

"Kita cari juga yang bukan orang politik. Jadi, bisa jadi ke depan yang tiga ini akan bertambah kalau ada tokoh bangsa yang ingin menjadi advisor bagi kami, kami akan sangat welcome. Secara tidak langsung akan menjadi 'dewan pengawas'," kata Ahmad Jilul QF.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author