KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok Satu Orang Meninggal
Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin terbakar di perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.15 WITA. Insiden di rute Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Proses evakuasi darurat langsung digulirkan oleh tim SAR gabungan setelah Kantor SAR Mataram menerima laporan insiden pada pukul 04.39 WITA. Berdasarkan data PT Jembatan Laut selaku pengelola, kapal mengangkut 131 penumpang serta 79 unit kendaraan.
Sebanyak tiga korban berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Lembar sekitar pukul 10.30 WITA. Satu korban dinyatakan meninggal dunia, sedangkan dua korban selamat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB.
"Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 04.15 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar. Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA dan segera mengerahkan personel untuk melakukan proses evakuasi," kata Kepala Kantor SAR Mataram Muhammad Hariyadi.
Operasi penyelamatan dilakukan dengan mengarahkan armada KN 220 Mataram, Rigit Inflatable Boat (RIB), dan Rigit Buoyancy Boat (RBB). Pihak SAR juga menjalin koordinasi intensif dengan kapal-kapal melintas di area perairan tersebut.
"Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigit Inflatable Boat (RIB), dan Rigit Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian," ujar Hariyadi.
Penanganan darurat ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari TNI AL, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, KMP PortLink II, hingga masyarakat setempat.
"Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih berada di lokasi kejadian untuk melaksanakan proses evakuasi," sambung Hariyadi.
Aksi bantuan juga dikirimkan dari wilayah Bali untuk memperluas jangkauan pencarian. Basarnas Denpasar menugaskan personel pemantauan darat dan udara ke lokasi insiden.
"KN SAR Arjuna 229 gerak dari Pelabuhan Benoa 08.00 Wita. Heli SGi Air Bali take off pukul 09.50 Wita menuju search area," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya.
Kepanikan sempat melanda ruang penumpang saat asap tebal membubung di atas kapal. Rekaman video berdurasi 50 detik memperlihatkan para penumpang telah bersiap menggunakan jaket pelampung.
"Hancur sudah. Allahu Akbar," ungkap seorang pria dalam video tersebut.
Penanganan medis dan pendataan identitas seluruh korban saat ini masih ditangani pihak otoritas pelabuhan. Petugas gabungan belum merilis manifes resmi serta penyebab pasti kebakaran.
"Ya tadi ada tiga orang. Para korban langsung kami bawa ke RSUP NTB. Sementara ini identitasnya belum kami ketahui," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar Syamsu Rizal.
Fokus utama petugas di lapangan saat ini adalah menyelesaikan proses evakuasi penumpang sebelum mempublikasikan data manifes secara menyeluruh.
"Kami masih belum bisa memberikan keterangan jumlah penumpang. Saat ini kami masih fokus untuk evakuasi korban," ujarnya.
Penyebab munculnya api serta total pasti kerugian material dalam insiden KMP Putri Yasmin ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.