KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Laut Sapudi

Share

Insiden kebakaran hebat melanda KMP Mutiara Sentosa 2 di kawasan utara Pulau Sapudi pada Minggu (2/8/2026) pagi. Kapal rute Surabaya-Makassar tersebut dilaporkan mengangkut 232 penumpang dan 181 armada kendaraan saat musibah terjadi.

Seperti dilansir dari Detikcom, armada pertolongan menemukan fisik kapal sepanjang 160 meter milik PT Atosim Lampung Pelayaran ini dalam kondisi nyaris hangus terbakar di koordinat 06°30'64''S / 114°00'19''E. Ratusan penumpang sempat berdesakan di area haluan dan anjungan, bahkan beberapa di antaranya nekat melompat ke laut menggunakan pelampung sebelum dievakuasi.

Sinyal darurat diteruskan oleh Syahbandar Tanjung Perak dan pengelola kapal ke Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB setelah komunikasi dengan nakhoda terputus. Sebagian besar penumpang kapal jenis Ro-Ro tersebut merupakan pengemudi armada logistik, termasuk Deni Tristiawan (35) yang namanya tidak tercantum dalam manifest resmi.

Istri dari Deni, Devi, mendatangi posko informasi di GSN Tanjung Perak Surabaya untuk mencari kepastian keberadaan suaminya yang bekerja sebagai sopir tronton.

"Terus balik telepon lagi. Terus habis itu tak hubungi lagi nggak bisa. Sampai sekarang belum (terhubung), mau ke Sulawesi sama temannya, tapi nggak bawa kernet gitu, dia sopir tronton," kata Devi kepada awak media dilansir dari Detikcom.

Pengemudi asal Gresik tersebut baru pertama kali melakukan pengiriman barang menggunakan armada kapal laut menuju kawasan Sulawesi.

"Baru kali ini (kirim barang dengan truk melalui jalur laut). (kirim) Besi, terus sama koil," ujarnya.

Informasi awal mengenai musibah yang menimpa armada angkut tersebut diperoleh Devi melalui tayangan media sosial sebelum akhirnya diarahkan menuju lokasi kumpul oleh pihak pengurus.

"Dari TikTok. Saya lihat di live TikTok, sekitar jam 12.00 WIB, soalnya nggak ada yang ngabari. Saya cari info, tanya-tanya ternyata kapal yang ditumpangi suami itu terbakar," tutur Devi.

Proses pencarian informasi terus dilakukan oleh pihak keluarga bersama rekan sesama pengemudi yang berada di lokasi penampungan.

"Terus saya langsung datang ke garasi tempat kerjanya. Saya cari info ke teman-temannya, ternyata saya disuruh ke sini. Terus saya hubungi sama pengurus-pengurus itu, terus disuruh kumpul di sini. ada 5 (truk), ada yang bawa istri," tutupnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author