KJRI San Francisco Gelar Kebaya at the Museum di Bay Area
KJRI San Francisco bekerja sama dengan Asian Art Museum San Francisco menggelar acara Kebaya at the Museum di Bay Area untuk memperkenalkan kebaya kepada publik internasional. Acara yang dihadiri lebih dari 300 pengunjung itu juga menjadi bagian peringatan Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli.
Dilansir dari Detik Travel, kegiatan tersebut menegaskan posisi kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang diakui pada 2024 melalui nominasi bersama Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Dilansir dari Detik Travel, konsul jenderal menyoroti kebaya sebagai warisan yang terus hidup dan berkembang seiring zaman, sekaligus berperan dalam memperkuat people-to-people diplomacy.
"Kebaya mengajarkan bahwa warisan budaya tidak hanya merekam masa lalu, tetapi juga terus hidup dan berkembang mengikuti zaman. Melalui budaya, kita membangun saling pengertian, mempererat persahabatan antarbangsa, serta memperkuat people-to-people diplomacy," ujar Konsul Jenderal RI San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana.
Dilansir dari Detik Travel, Asian Art Museum menyampaikan apresiasi dan menyatakan tujuan kolaborasi untuk menghadirkan tradisi budaya Asia tidak hanya sebagai objek sejarah, melainkan lewat cerita dan interaksi langsung dengan masyarakat di Bay Area.
"Kami ingin Asian Art Museum menjadi tempat di mana tradisi budaya Asia tidak hanya dipamerkan sebagai objek sejarah, tetapi juga dihidupkan melalui cerita, musik, seni pertunjukan, dan interaksi dengan masyarakat di Bay Area," ujar Dr. Robert Mintz.
Dilansir dari Detik Travel, pendiri Tracing Patterns Foundation menjelaskan evolusi kebaya selama lebih dari empat abad melalui arsip sejarah, karya seni, dan koleksi tekstil, serta memaparkan ragam kebaya Nusantara seperti Kebaya Kartini, Kebaya Encim, Kebaya Kutubaru, dan Kebaya Labuh.
"Kami ingin Asian Art Museum menjadi tempat di mana tradisi budaya Asia tidak hanya dipamerkan sebagai objek sejarah, tetapi juga dihidupkan melalui cerita, musik, seni pertunjukan, dan interaksi dengan masyarakat di Bay Area," ujar Dr. Robert Mintz.
Dilansir dari Detik Travel, selain edukasi mengenai filosofi dan nilai historis, pengunjung menikmati penampilan ansambel Gamelan Pusaka Sunda yang disertai Tari Ratu Graeni, tarian klasik Jawa Barat yang melambangkan keanggunan, keberanian, dan kepemimpinan perempuan.
Dilansir dari Detik Travel, Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) San Francisco turut menampilkan Kebaya Fashion Showcase yang memperagakan Kebaya Kartini, Kutu Baru, Janggan, Encim, Kebaya Modern Kontemporer, hingga Kebaya Pengantin.
Dilansir dari Detik Travel, pengunjung juga dapat mencoba gerai interaktif kaligrafi Aksara Jawa untuk mengenal dan menulis salah satu warisan aksara tradisional Indonesia.
Dilansir dari Detik Travel, rangkaian acara disertai sajian kuliner seperti Rendang, Ayam Bakar, serta Kopi Gayo Aceh dan Kopi Toraja yang mendapat sambutan dari para tamu.
Dilansir dari Detik Travel, Executive Director Asia Society Northern California and Seattle sekaligus mantan koresponden ABC News di Jakarta menilai pendekatan kolaborasi ini efektif dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional, menurut Margaret Conley.