Kisah Bang Anjat: Merajut Asa dari Renyahnya Keripik Singkong Citayam
Sebelas tahun sudah Ahmad Munanjat mempertahankan usaha keripik singkongnya di kawasan Citayam, Kabupaten Bogor. Dari usaha rumahan yang dirintis dengan modal awal Rp 300 ribu, pria yang akrab disapa Bang Anjat itu perlahan mengembangkan usahanya hingga mampu mempekerjakan 30 warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Detikcom mengunjungi rumah dan tempat produksi keripik singkong milik Anjat beberapa waktu lalu. Pria berusia 52 tahun itu awalnya memperlihatkan area produksi keripik yang berada di belakang rumahnya.
Sejumlah alat penggorengan terlihat berjajar di dapur produksi milik Anjat. Aroma minyak tercium kuat dari ruangan tersebut. Di sudut lainnya, tumpukan singkong yang telah dikupas tersimpan di atas kain sebelum diolah menjadi keripik.
Setelah itu, Anjat mengajak Detikcom masuk ke bagian dalam rumahnya. Di salah satu ruangan, keripik singkong yang telah kemas tampak tersusun rapi dan siap dipasarkan ke sejumlah titik.
Anjat menceritakan usahanya itu telah berjalan sejak 2015. Awalnya ia bekerja di sektor periklanan di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Namun ia mulai terpikir untuk beralih menjadi wiraswasta karena memikirkan pendapatan di masa tuanya nanti. Akhirnya terbersitlah untuk memulai usaha keripik singkong.