Kisah Aqsa Aufa Syauqi Lulusan S2 Terbaik Undip Usia 22 Tahun

Share

Pada usia 21 atau 22 tahun, sebagian besar pemuda baru saja menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) mereka. Namun, sebuah pencapaian luar biasa ditunjukkan oleh seorang pria muda yang pada usia 22 tahun justru sudah resmi menyandang gelar Magister (S2).

Langkah kakinya di dunia akademik tidak tanggung-tanggung. Pemuda ini dinobatkan sebagai lulusan S2 terbaik di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), sebuah pencapaian yang menempatkan namanya di barisan periset muda potensial negeri ini. Namanya adalah Aqsa Aufa Syauqi Sadana.

Pria yang akrab disapa Aqsa ini berhasil menyabet predikat lulusan terbaik untuk Program Magister Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Undip. Luar biasanya, ia tidak hanya sekadar lulus dengan predikat tersebut, tetapi juga berhasil mengantongi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna yaitu 4,00.

Jalur akademik yang ditempuhnya pun tergolong bergengsi, yakni melalui skema Degree by Research (DBR). Keberhasilan ganda ini semakin lengkap karena ia sekaligus dinobatkan sebagai lulusan terbaik pada Prosesi Sumpah Profesi Dokter di fakultas yang sama.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas seluruh pencapaian tersebut. Bagi saya, penghargaan bukanlah tujuan utama, melainkan amanah dan motivasi untuk terus berkembang. Menjadi lulusan terbaik Magister Ilmu Biomedik FK Undip dengan IPK 4,00 dan memperoleh penghargaan Publikasi Terbaik merupakan hasil dari proses serta bimbingan luar biasa dari para dosen pembimbing dan BRIN," ujar Aqsa Aufa Syauqi Sadana, lulusan terbaik Magister Ilmu Biomedik FK Undip.

Di balik pencapaian angka yang sempurna tersebut, kualitas riset yang digarap oleh Aqsa memang memiliki standar yang tinggi dan diakui secara global.

Riset Dampak Merkuri yang Menembus Scopus Q1

Fokus penelitian Aqsa mengarah pada bidang yang sangat krusial bagi dunia kesehatan masyarakat, yakni kaitan antara variasi genetik dan paparan merkuri pada ibu hamil. Hasil studi mendalamnya menunjukkan fakta bahwa paparan merkuri berkorelasi kuat dengan meningkatnya risiko komplikasi pada kehamilan.

Temuan ini diharapkannya dapat menjadi fundamen kuat dalam memetakan strategi layanan kesehatan, khususnya untuk perlindungan ibu dan anak. Keberhasilan riset ini juga tidak lepas dari manajemen waktu yang ketat, di mana Aqsa terbiasa menyusun target mingguan, bulanan, penyusunan proposal, hingga pengumpulan statistik.

"Saya melihat keberhasilan menembus jurnal internasional Q1 lebih banyak ditentukan oleh ketekunan dalam memperbaiki kualitas manuskrip daripada sekadar mengejar publikasi. Tentunya telah melewati banyak masukan dan revisi dari reviewer," ungkap Aqsa Aufa Syauqi Sadana, lulusan terbaik Magister Ilmu Biomedik FK Undip.

Keberhasilan menembus jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 tersebut diakui Aqsa sebagai buah dari kolaborasi erat bersama dosen pembimbing, periset di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), keluarga, serta rekan-rekan penelitiannya.

Mendirikan AQSA Center untuk Kolaborasi Periset Muda

Dorongan kuat terhadap dunia penelitian memicu Aqsa untuk berinisiatif mendirikan AQSA Center. Wadah ini dibentuk secara khusus untuk memfasilitasi kolaborasi riset dan inovasi bagi anak-anak muda, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga akademisi lintas sektor.

Ia memegang prinsip bahwa luaran riset tidak boleh mandek di atas kertas atau sekadar menjadi deretan publikasi ilmiah semata. Bagi Aqsa, sebuah hasil penelitian baru benar-benar bermakna jika mampu diterapkan secara konkret dan menjadi solusi nyata atas problematik yang dihadapi oleh masyarakat luas.

Menatap masa depan setelah merampungkan studi magisternya, ia bertekad membawa risetnya ke panggung internasional dan terus konsisten mengembangkan teknologi kesehatan yang berbasis bukti nyata.

"Jangan pernah takut untuk memulai penelitian meskipun dari hal-hal yang sederhana. Teruslah belajar, terbuka terhadap kritik, dan bangun kolaborasi. Prestasi bukan dicapai karena bekerja sendiri, tetapi karena mau terus berkembang bersama. Jadikan penelitian sebagai jalan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan hanya untuk memperoleh penghargaan," pesan Aqsa Aufa Syauqi Sadana, lulusan terbaik Magister Ilmu Biomedik FK Undip.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author