Kim Jong Un Serukan Penguatan Senjata Nuklir Korea Utara

Share

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un menyerukan penguatan kemampuan nuklir negaranya dengan kecepatan yang terus meningkat dalam rapat Politbiro Partai Pekerja yang berakhir pada Senin (22/6), dilansir dari Bloombergtechnoz. Langkah ini diambil karena situasi di Timur Tengah dinilai membuktikan bahwa penguatan nuklir adalah jalur paling tepat untuk membela negara.

Berdasarkan laporan terbaru dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Korea Utara saat ini diperkirakan telah memiliki sekitar 60 hulu ledak nuklir. Negara tersebut juga diprediksi mempunyai bahan fisil yang cukup untuk memproduksi minimal 30 hulu ledak tambahan.

Kim Jong Un menyampaikan justifikasi politiknya mengenai arah strategis pertahanan nasional di hadapan para pejabat tinggi partai.

“Realitas sekali lagi membuktikan kebenaran dari seluruh pilihan politik dan jalan yang telah kita tempuh,” ujar Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Korea Utara.

Dalam rapat yang berlangsung selama tiga hari itu, Kim melontarkan kritik terhadap Amerika Serikat serta menuduh Jepang memanfaatkan ketidakpastian global untuk membangun kekuatan militer. Selain itu, ia memaparkan rencana ekspansi pertahanan termasuk pembangunan kapal penjelajah rudal strategis berpemandu berbobot 10.000 ton dan pangkalan angkatan laut baru.

Media resmi pemerintah Korea Utara menegaskan kesepakatan bulat dari seluruh peserta rapat mengenai status militer negara tersebut.

“menjalankan sepenuhnya posisi sebagai negara pemilik senjata nuklir merupakan cara paling tepat dan satu-satunya untuk secara aktif dan percaya diri menghadapi situasi militer dan politik internasional yang tidak dapat diprediksi dan semakin kompleks dalam berbagai aspek,” kata Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Laporan media negara tersebut juga menggarisbawahi keputusan akhir mengenai arah pengembangan teknologi militer strategis masa depan.

“Setelah mengevaluasi posisi dan peran teknologi nuklir yang semakin maju dalam pengembangan kekuatan penangkal perang kami di masa depan, pidato penutup menekankan bahwa dengan teknologi nuklir sebagai fondasi, rencana-rencana yang lebih luas, inovatif, dan menjanjikan akan dijalankan dengan kecepatan yang semakin meningkat,” tulis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Pernyataan dari pihak Korea Utara ini mencuat di tengah upaya diplomasi Amerika Serikat dan Iran yang sedang menegosiasikan perjanjian damai permanen setelah penandatanganan nota kesepahaman pekan lalu. Sementara itu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sebelumnya telah meminta bantuan Presiden AS Donald Trump untuk membuka kembali dialog dengan Pyongyang saat pertemuan KTT G-7 di Prancis, setelah memperingatkan kemampuan Korut yang dapat menambah hingga 20 senjata nuklir setiap tahun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author