Kevin Pramudya Bagikan Pentingnya Personal Branding Bagi Fotografer

Share

Kesuksesan karier fotografer Kevin Pramudya Utama hingga bisa berkeliling dunia tidak lepas dari strategi personal branding yang dijalankannya secara konsisten, dilansir dari Detik iNET.

Kevin yang memiliki lebih dari 276.000 pengikut di Instagram mengungkapkan bahwa karya visual yang menarik memang mampu menghentikan perhatian pengguna media sosial saat memindai linimasa.

Namun, personal branding menjadi faktor utama yang membuat audiens memutuskan untuk kembali melihat karya tersebut, bahkan menekan tombol ikuti pada akun media sosialnya.

"Buat saya pribadi, personal branding tentu saja sangat penting karena karya keren kita emang bisa membuat orang berhenti sejenak untuk scroll kalau konteksnya sosial media ya, tapi personal branding yang membuat mereka memilih untuk kembali bahkan sampai mau follow," kata Kevin.

Karier fotografi tidak sekadar mengandalkan portofolio visual, melainkan juga fondasi kepercayaan dari para klien.

Upaya membangun kepercayaan publik terhadap sosok di balik kamera, cara pandang terhadap dunia, serta nilai unik dari setiap karya menjadi faktor pembeda antar fotografer.

"Itulah yang membuat setiap fotografer punya ciri khasnya masing-masing. Bahkan tanpa personal branding, kayaknya saya tidak bisa dipercaya buat keliling dunia dan dibayarin, hahaha," tutur Kevin.

Pemenang kompetisi foto Adobe-Japan National Tourism Organization (JNTO) ini aktif membangun citra diri melalui platform Instagram untuk membagikan narasi foto dan video. Selain itu, ia juga memanfaatkan platform lain seperti Threads, TikTok, dan Facebook.

Prinsip utama dalam membangun personal branding berfokus pada kejujuran, konsistensi, serta keberanian menampilkan identitas diri secara otentik tanpa perlu menciptakan karakter buatan.

"Menurut saya, yang paling penting adalah kejujuran dan konsistensi. Personal branding bukan tentang menciptakan karakter baru, tapi memperlihatkan siapa diri kita dengan lebih jelas," kata Kevin.

Komunikasi visual yang jelas, keunikan, serta keaslian konten menjadi poin krusial dalam menyampaikan nilai yang dibawa oleh seorang kreator.

Pengembangan identitas diri dapat dimulai kapan saja, terutama ketika seseorang telah memahami nilai mendasar yang ingin disampaikan kepada publik.

"Orang akan lebih mudah mengingat seseorang yang tulus dan konsisten selama bertahun-tahun daripada seseorang yang hanya mengikuti tren sesaat. Pada akhirnya, personal branding bukan tentang menjadi yang paling terkenal. Tapi tentang menjadi seseorang yang ketika namanya disebut, orang langsung tahu nilai dan cerita apa yang selalu ia bawa," kata Kevin.

Dukungan pembuatan konten visual untuk personal branding kini dapat dimanfaatkan melalui aplikasi Adobe Express yang memfasilitasi kebutuhan desain media sosial, portofolio, hingga presentasi.

Pelanggan operator Tri bisa memperoleh akses Adobe Express Premium selama 6 bulan dengan mengaktifkan Paket Isi Ulang Happy 65GB/28 Hari seharga Rp 100.000 melalui aplikasi bima+.

Program ini juga mencakup materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy berbahasa Indonesia yang membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan komunikasi visual untuk industri digital.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author