MUI Digital Jelaskan Keutamaan dan Hikmah Puasa Sunnah Tasu’a

Share

Majelis Ulama Indonesia melalui media MUI Digital menjelaskan berbagai keutamaan serta hikmah ibadah puasa sunnah Tasu'a di Jakarta pada Selasa, 23 Juni 2026.

Ibadah yang dilaksanakan setiap tanggal 9 Muharram ini disebut memiliki kedudukan istimewa karena merupakan bagian dari puasa Muharram, yang dinilai Nabi SAW sebagai puasa paling utama setelah Ramadhan. Selain mendatangkan pahala besar, puasa Tasu'a juga berfungsi sebagai penyempurna puasa Asyura pada 10 Muharram sekaligus pembeda dari tradisi kaum Yahudi.

Penjelasan mengenai hikmah ibadah ini turut merujuk pada pandangan para ulama fikih terdahulu. Syekh Zakariya al-Anshari dalam kitab Asna al-Mathalib Syarh Raud at-Thalib menerangkan alasan di balik anjuran puasa tersebut.

“Hikmah berpuasa pada hari Tasu’a bersama Asyura’ adalah sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak keliru dalam menentukan hari Asyura’, sebagai bentuk menyelisihi kebiasaan orang-orang Yahudi, dan untuk menghindari mengkhususkan puasa hanya pada hari Asyura’ saja, sebagaimana larangan mengkhususkan puasa pada hari Jumat semata.” kata Syekh Zakariya al-Anshari, Ulama Mazhab Syafii.

Selain pandangan tersebut, argumen penguat juga diambil dari pandangan Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab yang merinci tiga alasan utama dianjurkannya puasa Tasu'a.

“Para ulama dari kalangan mazhab kami dan selainnya menyebutkan beberapa hikmah dianjurkannya puasa Tasu'a. Pertama, agar kaum muslimin berbeda dengan orang-orang Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal sepuluh. Pendapat ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas.

Kedua, agar puasa Asyura disambung dengan puasa sehari sebelumnya, sebagaimana Rasulullah SAW melarang mengkhususkan puasa pada hari Jumat saja. Ketiga, sebagai bentuk kehati-hatian apabila terjadi kekeliruan dalam penentuan awal bulan akibat hilal yang tidak terlihat, sehingga bisa jadi tanggal sembilan menurut hitungan ternyata merupakan tanggal sepuluh yang sebenarnya.” ujar Imam an-Nawawi, Ulama Fikih.

Melalui rincian pandangan para ulama tersebut, MUI Digital menegaskan bahwa puasa sunnah Tasu'a memuat hikmah syariat yang mendalam guna menjaga identitas umat Islam, menyempurnakan ibadah, serta mengantisipasi kesalahan penanggalan Hijriyah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author