6 Kesalahan Saat Marinasi Daging yang Masih Sering Terjadi
Published
·
4 Reads
Proses marinasi tidak sekadar merendam daging dalam bumbu, tetapi memiliki peran ilmiah penting yang memengaruhi rasa, tekstur, hingga kelembutan daging. Namun, masih banyak orang yang keliru saat mempraktikkannya. Dikutip dari Times of India, berikut adalah 6 kesalahan saat marinasi daging yang masih sering terjadi:
- Kebanyakan Bahan Asam — Menambahkan cuka atau air jeruk nipis secara berlebihan dapat memecah protein secara agresif, sehingga permukaan daging menjadi lembek sementara bagian dalamnya tetap keras. Seimbangkan asam dengan minyak atau yogurt, serta hindari merendam daging terlalu lama dalam larutan asam.
- Marinasi Kelamaan — Merendam daging terlalu lama dapat merusak teksturnya. Durasi marinasi bervariasi tergantung jenis dan ketebalan bahan, seperti ikan dan seafood yang cukup 15–30 menit, sedangkan ayam umumnya membutuhkan waktu 2–6 jam.
- Lupa Menambahkan Garam — Garam adalah bahan yang paling menentukan karena berfungsi memberi rasa sekaligus membantu daging menahan kelembapan selama proses memasak. Marinasi tanpa garam yang cukup akan menghasilkan rasa yang kurang maksimal di lidah.
- Menggunakan Ulang Sisa Bumbu Marinasi — Cairan marinasi bekas daging mentah berpotensi terkontaminasi bakteri. Sisa bumbu marinasi sangat tidak disarankan untuk dijadikan saus cocolan atau dressing salad karena risiko infeksi bakteri yang tinggi.
- Marinasi di Suhu Ruang — Membiarkan daging dimarinasi di atas meja dapur dapat mempercepat pertumbuhan bakteri. Selalu simpan daging yang sedang dimarinasi di dalam kulkas menggunakan wadah tertutup seperti kaca, stainless steel, atau kantong ziplock.
- Tidak Mengeringkan Daging — Langsung memasak daging yang masih basah oleh cairan marinasi akan menciptakan uap yang menghambat reaksi Maillard (proses pembentukan warna kecokelatan dan aroma sedap). Tepuk-tepuk permukaan daging dengan tisu dapur sebelum dimasak agar hasilnya maksimal.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author