Kericuhan Eksekusi Hotel Sultan Melukai Wamensesneg dan Puluhan Petugas

Share

Proses eksekusi Hotel Sultan Blok 15 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, berujung ricuh akibat penolakan dari sekelompok massa pada Kamis (18/6/2026). Insiden pelemparan batu dan kayu ini mengakibatkan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto dan Mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen mengalami luka-luka.

Dilansir dari Detikcom, ketegangan meningkat setelah Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membacakan putusan eksekusi di lokasi kejadian. Sebanyak 3.161 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalannya eksekusi aset negara tersebut.

Pegawai Pusat Pengelolaan Komplek Gelanggang Olahraga Bung Karno (PPK GBK), Bram, menyaksikan langsung momen ketika Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto terkena lemparan batu saat berada di dekat Aparat Penegak Hukum (APH).

"Iya tadi pak Wamensesneg kena batu, luka saat proses eksekusi di Hotel Sultan. Di situ Pak Bambang lagi berdekatan sama teman-teman APH, Mas. Tapi pas lagi melihat kondisi, kondisi mau masuk, tiba-tiba ada batu langsung kena Pak Wamen," ucap Bram saat ditemui di lokasi, Kamis (18/6/2026).

Bram menambahkan bahwa terjangan batu mengenai kaki kiri Bambang hingga harus mendapatkan perawatan medis berupa balutan perban.

"Tadi sih kurang paham banget ya berdarah atau bengkak, tapi sih kelihatannya sih kayaknya cukup parah ya, sampai diperban begitu soalnya. Tadi saya melihat sekilas kayak sakit, terus karena lagi massa banyak, saya fokus sama yang lain juga," ungkap Bram.

Sementara itu, Mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen, yang bertindak sebagai kuasa hukum ahli waris, berada di tengah barisan massa penolak eksekusi dan mengalami luka akibat kawat duri pembatas.

"Jadi kan Kapolres di depan, kawat duri kan kita siapkan ada di sini gitu. Karena ada dorongan-dorongan dari belakang, saya mau begini langsung kena kawat berduri," kata Kivlan Zen.

Meskipun tangannya terluka, Kivlan Zen menegaskan bahwa kondisinya tidak mengalami cedera yang serius.

"Enggak, cuma gores saja tapi nggak apa-apa. Jadi ada sumbangan darah saya untuk ini, untuk perjuangan, ada sumbangan darah," imbuh Kivlan Zen.

Dampak bentrokan ini juga menyasar ribuan personel pengamanan yang bersiaga di lapangan, di mana puluhan petugas dilaporkan terluka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi adanya puluhan korban luka dari pihak aparat penegak hukum dan unsur terkait akibat lemparan massa.

"Dalam hal ini ada 29 petugas yang terluka," kata Budi di sela eksekusi Hotel Sultan di lokasi, Kamis (18/6/2026).

Budi merincikan bahwa korban luka terdiri dari 26 personel kepolisian yang mengalami luka ringan, sedangkan sisanya berasal dari anggota TNI dan warga sipil.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author