Kerbau Albino Donald Trump Hebohkan Warga Bangladesh Jelang Idul Adha

Share

Seekor kerbau albino langka berambut pirang panjang menjadi perhatian masyarakat di Bangladesh menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha. Hewan bertubuh besar ini mendadak populer dan ramai dikunjungi warga karena memiliki keunikan fisik yang tidak biasa.

Kerbau dengan berat mencapai hampir 700 kilogram tersebut, seperti dilansir dari Detikcom melalui Reuters pada Selasa (26/5/2026), mendapat julukan Donald Trump. Nama itu disematkan karena rambut pirang di dahi sang kerbau dinilai menyerupai gaya rambut mantan Presiden Amerika Serikat tersebut.

Lokasi budidaya kerbau unik ini berada di sebuah kawasan peternakan di distrik Narayanganj, yang terletak tidak jauh dari ibu kota Dhaka. Fenomena kemunculannya memicu kedatangan puluhan orang setiap hari dari berbagai wilayah demi berfoto dan merekam video hingga menjadi viral di media sosial.

Pemilik peternakan menjelaskan asal-usul pemberian nama unik pada hewan peliharaannya tersebut. Gaya rambut pada bagian depan kepala menjadi alasan utama penamaan yang menarik perhatian publik ini.

"Adik laki-laki saya menamai kerbau itu Donald Trump karena rambut di bagian depan kepalanya menyerupai Donald Trump," kata pemilik peternakan, Ziauddin Mridha.

Meskipun memiliki ukuran tubuh yang besar dan mencolok, kerbau ini disebut mempunyai sifat yang relatif tenang. Karakteristik tersebut membuat pengunjung merasa aman saat berinteraksi di sekitar lokasi peternakan.

"Meskipun penampilannya mencolok, hewan ini pada dasarnya sangat tenang. Ini adalah kerbau albino, dan hewan jenis ini umumnya jinak dan tidak agresif kecuali diprovokasi," ucapnya.

Perawatan Khusus dan Tradisi Hewan Kurban

Untuk menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuhnya, pihak pengelola menerapkan pola perawatan yang intensif setiap hari. Hewan ini memerlukan rutinitas khusus yang berbeda dibandingkan dengan ternak pada umumnya.

Mridha mengatakan kerbau albino tersebut membutuhkan perawatan khusus, termasuk dimandikan empat kali sehari dan diberi makan empat kali sehari agar tetap sehat dan dalam kondisi baik sebelum Idul Adha.

Saat ini, status kepemilikan kerbau tersebut sudah berpindah tangan menjelang pelaksanaan hari raya keagamaan. Proses transaksi telah selesai dilakukan dengan salah seorang pembeli lokal.

"Hewan itu membutuhkan perhatian dan perawatan ekstra setiap hari. Kerbau tersebut sudah dikirimkan ke seorang pelanggan untuk disembelih saat Idul Adha," ujarnya.

Kerbau albino merupakan pemandangan yang sangat jarang ditemukan di Bangladesh karena mayoritas populasi kerbau di negara tersebut berwarna gelap. Perpaduan warna kulit krem, hidung merah muda, dan rambut pirang membuat kerbau ini tampak berbeda di antara ribuan ternak lainnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat negara mayoritas Muslim ini kerap menjumpai tren pemanfaatan nama-nama tokoh terkenal untuk hewan kurban berukuran raksasa. Strategi pemasaran tersebut terbukti efektif dalam menarik minat calon pembeli maupun masyarakat umum.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author