Kenali Perangkat Elektronik yang Menyebabkan Tagihan Listrik Membengkak
Tagihan listrik yang tiba-tiba meningkat meski pemakaian tidak berubah bisa disebabkan oleh konsumsi listrik tersembunyi dari perangkat elektronik yang dalam mode standby. Fenomena ini banyak terjadi pada rumah dengan perangkat pintar yang terus terhubung ke jaringan.
Perangkat seperti televisi, konsol gim, laptop, charger, dan smart speaker tetap menggunakan listrik meski tidak aktif digunakan secara langsung. Konsumsi listrik ini, walaupun kecil per perangkat, dapat terakumulasi jika jumlahnya banyak dan terhubung sepanjang waktu.
Menurut Ben Thomas, CEO Gatby, smart device memerlukan aliran listrik agar tetap terhubung dan siap merespon perintah dengan cepat. Kondisi ini dikenal sebagai konsumsi listrik tersembunyi atau phantom power.
Televisi kerap dibiarkan dalam mode standby sehingga tetap menggunakan listrik. Data dari Utilita memperkirakan konsumsi listrik standby TV bisa mencapai biaya sekitar Rp391 ribu per tahun. Smart TV bahkan bisa menggunakan daya lebih besar dibandingkan TV konvensional saat standby.
Konsol gim seperti Xbox dan PlayStation juga mengonsumsi listrik sekitar 10 watt saat standby, berpotensi menambah biaya listrik hingga Rp391 ribu per tahun. Karena itu, mematikan konsol sepenuhnya setelah digunakan dianjurkan untuk mengurangi konsumsi listrik.
Laptop yang berada dalam mode idle tetap menarik daya sekitar 3 watt. Dalam mode ini, biaya listrik dapat mencapai Rp32 ribu per hari. Mematikan laptop sepenuhnya dan melepas adaptor saat tidak digunakan lebih dari sebentar dapat menekan penggunaan listrik.
Charger ponsel yang masih tertancap juga menggunakan listrik meski tidak mengisi daya perangkat. Jika dibiarkan terus menerus, konsumsi listrik charger bisa menambah biaya sekitar Rp770 ribu per tahun, terutama jika jumlah charger di rumah banyak.
Smart speaker membutuhkan daya sekitar 2 watt saat standby, menambah biaya listrik tahunan sekitar Rp83 ribu per perangkat. Penggunaan beberapa speaker sekaligus bisa meningkatkan konsumsi listrik standby secara signifikan.
Kulkas lama yang berusia di atas 15 tahun dapat mengonsumsi listrik hingga 1.000 unit per tahun. Selain itu, kinerja kulkas lama mungkin menurun akibat insulasi dan kompresor yang sudah tua, sehingga perlu evaluasi atau penggantian dengan model hemat energi.
Perangkat seperti printer yang jarang digunakan juga tetap menyedot listrik sekitar 4 watt saat terhubung, menambah biaya listrik sekitar Rp42 ribu per hari. Mematikan dan mencabut perangkat ini ketika tidak dipakai dapat mengurangi pemborosan energi.
Penggunaan water heater dengan suhu terlalu tinggi menyebabkan konsumsi energi lebih besar. Kate Colarulli dari CleanChoice Energy menyarankan pengaturan suhu sekitar 49 derajat Celsius untuk efisiensi dan keamanan penggunaan.
Mengurangi Konsumsi Listrik Tersembunyi
Berbagai perangkat rumah tangga dengan remote control, layar LED, atau adaptor yang terus terhubung bisa menyedot listrik walau terlihat mati. Penggunaan smart power strip atau mematikan perangkat secara manual adalah cara efektif untuk memutus aliran listrik yang tidak perlu.
Selain perangkat elektronik, perawatan rutin seperti membersihkan filter udara HVAC juga berperan dalam menghindari pemborosan energi. Filter kotor memaksa sistem bekerja lebih keras, meningkatkan konsumsi listrik hingga 10-20 persen.
Beberapa teknologi smart device sebenarnya dapat membantu menghemat energi jika digunakan dengan tepat. Kuncinya adalah mengenali perangkat yang benar-benar dibutuhkan dan meminimalkan konsumsi listrik saat perangkat tidak aktif digunakan.
Informasi ini dikutip dari HaiBunda.