Kemkomdigi Dorong Kolaborasi Digital dan Doakan Korban Gempa NTT

Share

Kementerian Komunikasi dan Digital memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026) di Lapangan Anantakupa, Jakarta, dengan menekankan pemanfaatan teknologi untuk persatuan nasional serta menggelar doa bersama bagi korban gempa Flores, Nusa Tenggara Timur.

Sinergi antarlembaga dan penguatan infrastruktur digital menjadi fokus utama kementerian dalam menghadapi tantangan era digital, termasuk mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi yang terdampak bencana alam di berbagai daerah.

Pengembangan layanan publik berbasis teknologi terus dioptimalkan pemerintah, salah satunya melalui digitalisasi Sistem Perlindungan Sosial yang telah diuji coba pada tiga juta keluarga di 153 kabupaten/kota hingga Agustus 2026, dengan target nasional mencapai 49 juta keluarga.

Di sisi lain, upaya pemulihan infrastruktur pascagempa bermagnitudo 7,7 di Nagekeo, NTT, mencatat 683 dari 794 Base Transceiver Station terdampak telah kembali beroperasi normal pada Minggu (16/8/2026) pukul 18.00 WIB, sementara tiga kabupaten yaitu Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara sudah pulih sepenuhnya.

Sebelum membacakan amanat menteri, Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail memimpin penghormatan dan doa bagi seluruh korban bencana di Flores.

"Marilah kita sejenak mengheningkan cipta dan memanjatkan doa bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban dan terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur," ujar Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail.

Proses pemulihan layanan komunikasi di wilayah terdampak gempa terus dikawal ketat oleh pihak kementerian bersama dengan para penyelenggara telekomunikasi.

"Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Di tengah situasi seperti ini, kami menyadari bahwa layanan telekomunikasi memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk mendapatkan informasi, berkomunikasi dengan keluarga, serta mendukung koordinasi penanganan bencana," kata Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.

Pemerintah memastikan bahwa perbaikan infrastruktur terus berlangsung tanpa henti hingga seluruh jaringan komunikasi publik kembali berfungsi optimal.

"Sejak terjadinya gempa, Komdigi bersama penyelenggara telekomunikasi terus mengawal pemulihan jaringan di wilayah terdampak. Hingga saat ini, dari 794 site/BTS yang terdampak, sebanyak 683 site/BTS atau 86,02 persen telah kembali beroperasi," jelas Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.

Penanganan teknis diprioritaskan pada delapan kabupaten tersisa yang masih mengalami gangguan sinyal.

"Kami juga memastikan upaya pemulihan dilakukan secepat mungkin, terutama di wilayah yang masih mengalami gangguan," tegas Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.

Selain penanganan tanggap darurat bencana, penguatan kolaborasi dalam tubuh kementerian terus digaungkan untuk mempercepat transformasi digital nasional.

"Kita harus bersatu dan bekerja sama untuk memajukan bangsa ini, terutama dalam bidang komunikasi dan digital," ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.

Melalui rekaman video di media sosial resmi kementerian, arahan untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana pemerataan dan pemersatu bangsa kembali disampaikan.

"Di era digital, mari jadikan teknologi sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan, membuka kesempatan, serta menghadirkan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.

Nilai-nilai sejarah dan semangat kebangsaan dinilai menjadi modal utama dalam melanjutkan pembangunan nasional sektor digital.

"81 tahun Indonesia berdiri dengan semangat perjuangan, persatuan, dan juga gotong royong. Semangat itu harus terus kita jaga, kita wujudkan Indonesia yang semakin maju, semakin berdaulat, dan juga sejahtera," kata Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.

Sebagai langkah konkret merumuskan kebijakan digital yang efektif, Kemkomdigi mengagendakan serangkaian diskusi dan lokakarya bersama para pemangku kepentingan sektor teknologi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author