Kementerian PU Tangani 136 Perlintasan Sebidang Kereta Api

Share

Kementerian Pekerjaan Umum bersiap menangani sebanyak 136 titik perlintasan sebidang kereta api pada jalan nasional secara bertahap hingga tahun 2044 mendatang guna meningkatkan keselamatan jalan.

Program penanganan berskala nasional tersebut diperkirakan membutuhkan total anggaran mencapai Rp30,16 triliun, seperti dilansir dari Detik Finance pada Minggu (5/7/2026). Proses pengerjaan akan dibagi menjadi empat tahapan, di mana tahap pertama mencakup 39 titik yang dibiayai melalui skema pinjaman luar negeri untuk periode tahun 2025 hingga 2030.

Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, mengonfirmasi bahwa Provinsi Jawa Barat memiliki 42 simpang sebidang yang menjadi perhatian, terdiri atas 14 jalan nasional dan 28 jalan provinsi. Tiga titik di antaranya akan segera dieksekusi, yakni Rajapolah di Tasikmalaya, Bulak Kapal di Bekasi, dan Slamet Riyadi di Cirebon.

"Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan program ini secara bertahap. Untuk Green Book 2026, proyek super prioritas di Prov. Jawa Barat salah satunya adalah Flyover Slamet Riyadi di Cirebon dengan estimasi biaya Rp180,7 miIiar," ujar Triono Junoasmono, Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga.

Pemerintah juga berupaya mempercepat penanganan titik kritis lain seperti Flyover Bulak Kapal di Bekasi melalui usulan skema dana Inpres Jalan Daerah atau Bantuan Presiden agar eksekusi tidak tertunda oleh anggaran reguler. Penentuan urgensi infrastruktur permanen ini tetap mengacu pada urutan skala prioritas dari Kementerian Perhubungan.

Sementara itu, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Jumardi, menyatakan bahwa fokus utama instansinya saat ini diarahkan pada pemastian keselamatan koridor jalur kereta dengan frekuensi tinggi. Salah satunya di Kota Cimahi, di mana kementerian tersebut sedang membangun Flyover dan JPO Pusdikpom senilai Rp79,19 miliar menggunakan skema Multi Years Contract.

"Pembangunan ini sangat mendesak untuk mendukung kelancaran perjalanan kereta api, terutama Feeder Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dan kereta lokal yang melintas di jalur Padalarang-Bandung," kata Jumardi, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Langkah pengamanan jangka pendek untuk perlintasan sebidang tetap berjalan melalui alokasi anggaran penjagaan dengan skema aset negara, sementara pembangunan flyover difungsikan sebagai solusi permanen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author