Kementerian LH Gelar Invirotech 2026 Guna Dorong Keadilan Iklim
Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menyelenggarakan International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (Invirotech) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, pada Rabu (11/6/2026). Dilansir dari Detikcom, perhelatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 5 Juni.
Acara berskala internasional tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri LH Jumhur Hidayat. Pameran dan konferensi ini mengintegrasikan berbagai kegiatan edukatif serta aplikatif, termasuk pameran teknologi lingkungan, seminar, forum, hingga coaching clinic untuk mengatasi persoalan ekologi.
"Invirotech 2026 merupakan bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 ini dengan tema 'Now for Climate: Inspired by Nature, For Climate, For Our Future' dan tema nasional saat ini kita mengambilnya dengan kata Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim," kata Menteri LH Jumhur Hidayat.
Pelaksanaan kegiatan ini dirancang sebagai wadah interaktif yang mempertemukan pembuat kebijakan dengan penyedia inovasi. Jumhur Hidayat menjelaskan bahwa Invirotech 2026 memfasilitasi berbagai agenda seperti workshop, business matching, dan beragam kegiatan edukatif lainnya.
"Kegiatan ini bukan hanya pameran, bukan hanya konferensi dan bukan hanya pertemuan seremonial. Invirotech adalah ruang untuk mempertemukan gagasan dengan kebutuhan, teknologi dengan persoalan lapangan, inovasi dengan kebijakan serta komitmen dengan implementasi melalui pameran, forum, seminar, coaching clinic, workshop, business matching dan berbagai kegiatan edukatif," ucap Jumhur Hidayat.
Pemanfaatan teknologi berbasis data dalam forum ini diharapkan mampu mengurai problem lingkungan secara rill. Fokus utama diarahkan pada pengelolaan sampah, pengendalian pencemaran air dan udara, pemulihan lingkungan, hingga pengembangan ekonomi sirkular.
"Invirotech 2026 menjadi tempat untuk melihat bagaimana teknologi dapat menjawab persoalan nyata lingkungan hidup, mulai dari pengelolaan sampah dan limbah, pengendalian pencemaran air dan udara, pemulihan lingkungan, pemantauan kualitas lingkungan, ekonomi sirkular hingga penguatan sistem informasi dan pengambilan keputusan dari berbagai berbasis data," ujar Jumhur Hidayat.
Melalui forum ini, seluruh elemen peserta didorong untuk segera mengimplementasikan kolaborasi hijau di lapangan secara berkelanjutan. Menteri LH menekankan pentingnya adopsi teknologi serta kemitraan riset agar hasil pertemuan tidak berhenti sebagai seremonial belaka.
"Saya mengajak seluruh peserta Invirotech 2026 untuk menjadikan forum ini sebagai momentum mempercepat aksi nyata. Jangan berhenti pada diskusi, jangan berhenti pada pameran, jangan berhenti pada seremoni. Mari kita dorong kerja sama konkret, adopsi teknologi, penguatan kapasitas, investasi hijau, kemitraan riset, dan implementasi di lapangan," imbuh Jumhur Hidayat.