Kementerian Kebudayaan dan Muhammadiyah Sepakati Nota Kesepahaman Pemajuan Budaya

Share

Kementerian Kebudayaan RI memposisikan Muhammadiyah serta organisasi kemasyarakatan resmi lainnya sebagai mitra strategis dalam mengakselerasi pemajuan kebudayaan nasional, seperti dilansir dari Detikcom. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan hal tersebut dalam Pidato Kebudayaan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Seni Budaya (LSB) PP Muhammadiyah di Teater Besar TIM, Cikini, Jakarta. Rakernas yang mengusung tema 'Membumikan Dakwah Berkemajuan, Mengembangkan Ekosistem Seni dan Budaya yang Kreatif dan Inklusif' ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi bilateral antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Fadli Zon mengutarakan bahwa kebudayaan sepatutnya ditempatkan sebagai modal budaya sekaligus kekuatan lunak bagi bangsa Indonesia di mata dunia.

Ia mencontohkan negara-negara maju yang mengoptimalkan museum, seni, dan budaya sebagai instrumen edukasi, motor penggerak ekonomi kreatif, sektor pariwisata, hingga sarana diplomasi kebudayaan global. Dalam konteks historis Nusantara, Fadli Zon memaparkan bahwa sejumlah penemuan arkeologis mengindikasikan kehadiran Islam terjadi jauh lebih awal daripada konstruksi sejarah yang dipahami selama ini.

Temuan ini merefleksikan bahwa persebaran Islam di tanah air berlangsung lewat dialog budaya yang harmonis, sehingga mengkristal menjadi beragam ekspresi budaya mulai dari arsitektur masjid, seni ukir, kaligrafi, musik tradisional, hingga kesenian lainnya. Menteri Kebudayaan menegaskan keyakinannya bahwa dogma agama dan ekspresi kebudayaan tidak memiliki titik pertentangan, melainkan saling memperkuat dalam koridor tauhid, akhlak, serta kemaslahatan bersama.

"Saya berharap Kementerian Kebudayaan dan Lembaga Seni Budaya Muhammadiyah dapat terus berkolaborasi dalam berbagai program pemajuan kebudayaan, termasuk pengembangan seni, film, musik, festival budaya, museum, serta pemberdayaan generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang kebudayaan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2026). Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menerangkan bahwa organisasi yang dipimpinnya mempunyai atensi panjang terhadap dinamika seni budaya di Indonesia. Menurut pandangan Majelis Tarjih sejak masa awal, produk seni dan budaya dikategorikan sebagai perkara mubah yang bernilai efisien jika ditransformasikan menjadi instrumen dakwah.

"Muhammadiyah memandang seni bukan sekadar untuk seni, melainkan seni untuk dakwah, seni untuk pencerahan kemানুsiaan, dan seni untuk transendensi, yakni mendekatkan manusia kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, Tuhan semesta alam," ungkapnya.

Forum Rakernas LSB PP Muhammadiyah ini memfokuskan pembahasan pada beberapa agenda strategis eksternal maupun internal persyarikatan. Beberapa di antaranya mencakup analisis peluang pembukaan program studi seni di jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah (PTMA) serta optimalisasi bidang seni budaya sebagai garda depan metode dakwah. Melalui forum konsolidasi dan silaturahmi ini, para seniman, budayawan, dan pengurus LSB Muhammadiyah se-Indonesia berupaya merumuskan haluan gerakan seni budaya demi menjangkau spektrum masyarakat yang lebih luas.

Sejumlah pejabat publik turut menghadiri agenda ini, antara lain Ketua LSB Pimpinan PP Muhammadiyah Gunawan Budianto dan Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim.

Hadir pula Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri, Direktur Warisan Budaya Agus Widiatmoko, serta Ketua Lembaga Sensor Film RI Naswardi. Acara tersebut juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman resmi antara Kementerian Kebudayaan dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kesepakatan ini dirancang sebagai basis legal kemitraan dalam koridor pemajuan kebudayaan, pengembangan kesenian, serta penguatan dakwah kultural yang diorkestrasi oleh LSB PP Muhammadiyah. Sinergi ini difokuskan untuk memfasilitasi jejaring pelaku seni, sineas, sastrawan, dan budayawan di bawah naungan Muhammadiyah, termasuk menyusun strategi pemanfaatan platform digital dan audio visual untuk syiar Islam.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author