Kementan Salurkan 33.430 Ton Pakan Ternak Pascabencana di Aceh
Upaya percepatan pemulihan ekonomi peternak yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh terus dilakukan secara bertahap. Seperti dilansir dari Detikcom, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mengawal penyediaan bantuan pakan ternak.
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Pakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan memetakan total kebutuhan pakan mencapai 33.430 ton. Langkah ini mendesak mengingat besarnya dampak kerusakan subsektor peternakan di wilayah tersebut.
Data Posko Terpadu Pemerintah Aceh per Desember 2025 mencatat sedikitnya 56.387 ekor ternak terdampak. Intervensi pakan diberikan guna memelihara tingkat produktivitas ternak sekaligus membantu pemulihan usaha masyarakat.
Sebagai langkah percepatan, Kementan menggelar Sosialisasi dan Koordinasi Bantuan Pakan untuk Ternak Terdampak Bencana di Banda Aceh pada Senin (27/7). Forum ini melibatkan jajaran dinas peternakan dan penyuluh dari 15 kabupaten/kota.
"Bantuan pakan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pakan ternak pada masa tanggap darurat, tetapi juga menjaga produktivitas ternak," kata Direktur Pakan Ditjen PKH Kementan, Tri Melasari, Selasa (4/8/2026).
Penyaluran bantuan akan diproses lewat skema Bantuan Pemerintah untuk kelompok peternak. Pemerintah daerah diwajibkan memvalidasi populasi ternak, mengidentifikasi kelompok berdasarkan komoditas, dan mengunggah dokumen administrasi ke aplikasi E-Banper.
Guna memastikan kelancaran teknis, Kementan membagi wilayah pendampingan. BPTU-HPT Indrapuri bertugas memandu 10 kabupaten/kota, sedangkan Balai Veteriner Medan mendampingi 5 kabupaten/kota sisanya.
Satgas PRR bertindak mengawasi keterpaduan data, koordinasi lintas lembaga, hingga eksekusi di daerah. Pengawalan ketat ini diterapkan agar alokasi bantuan berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Kabupaten Bener Meriah menjadi salah satu wilayah yang aktif memperbarui data calon penerima. Pemkab Bener Meriah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan mencatat peternak terdampak sebagai syarat pengajuan resmi ke Kementan.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bener Meriah, Uswatun Hasanah, menekankan vitalnya bantuan tersebut bagi warga yang berjuang membangkitkan usahanya.
"Bantuan berupa pakan ternak ini nantinya diberikan kepada peternak yang terdampak bencana hidrometeorologi tahun lalu," ujar Uswatun Hasanah.
Proses pendataan di lapangan melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan bersama petugas Pusat Kesehatan Hewan kecamatan. Peternak yang belum terdata diimbau melapor ke petugas setempat agar masuk dalam proses verifikasi.