Kementan menjanjikan perbaikan sawah dan ganti alsintan korban
Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan untuk petani yang lahannya rusak akibat gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, termasuk perbaikan sawah dan jaringan irigasi tersier serta penggantian sarana produksi pertanian. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan hal itu saat mengunjungi Posko Barangkolong di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai.
Amran mengatakan pemerintah pusat akan menanggung biaya perbaikan sawah yang rusak dan jaringan irigasi tersier. Ia juga menyatakan Kementan menyiapkan penggantian sarana produksi pertanian yang rusak akibat gempa, serta membuka mekanisme pelaporan kerusakan melalui pemerintah daerah.
"Saya lihat ada banyak laporan sawah yang rusak. Seluruh sawah yang rusak, irigasi tersier dan sawah akan diperbaiki dan ditanggung oleh pemerintah pusat. Kami yang jamin," ujar Amran.
Selain perbaikan infrastruktur, Kementan juga akan menyediakan bibit kopi, kakao, dan kelapa untuk mengganti tanaman milik petani yang rusak. Amran menyebut anggaran untuk program tersebut sudah tersedia.
"Sekarang sudah ada anggarannya," imbuh Amran.
Kementan juga akan mengganti alat dan mesin pertanian (alsintan) yang mengalami kerusakan akibat gempa. Amran menjelaskan prosesnya berupa paket perbaikan sawah dan pengiriman alsintan melalui PPL.
"Iya. Itu nanti paket. Jadi diperbaiki sawahnya dikirim alsintan. Bisa mengajukan lewat PPL," ujar Amran.
Guncangan gempa magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8/2026) dan menyebabkan korban jiwa serta merusak rumah warga, fasilitas umum, dan fasilitas pemerintahan. Selain bangunan dan infrastruktur, lahan pertanian termasuk sawah di beberapa wilayah Flores juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menetapkan status tanggap darurat bencana gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026, melalui Keputusan Gubernur NTT Nomor 305/KEP/HK/2026.
Kementan juga mengirim 5.386 ton beras untuk korban gempa M 7,7 di NTT. Total bantuan beras tersebut senilai sekitar 75,4 miliar rupiah untuk empat kabupaten, terdiri atas bantuan bencana dan bantuan pangan reguler.
"Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur," ujar Amran dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Rincian bantuan bencana dan pangan reguler meliputi Kabupaten Manggarai 31,63 ton dan 1.799 ton, Kabupaten Manggarai Timur 153 ton dan 1.661 ton, Kabupaten Ngada 8,06 ton dan 444,21 ton, serta Kabupaten Sikka 6,88 ton dan 1.281,36 ton. Bantuan bencana berjumlah 200,35 ton, sementara koordinasi lintas sektor dilakukan agar bantuan menjangkau masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, mengalami keterbatasan akses, atau berada di wilayah terdampak langsung.
"Penanganan pangan dalam situasi bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita juga harus memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan setelah masa tanggap darurat. Karena itu, bantuan bencana dan bantuan pangan reguler kita jaga secara bersamaan," pungkas Amran.