Kemensos Terjunkan 1.000 Taruna Akmil Dampingi Siswa Sekolah Rakyat

Share

Kementerian Sosial berkolaborasi dengan TNI mengerahkan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer tingkat I dan II untuk mendampingi siswa di 178 titik Sekolah Rakyat, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Senin (29/6/2026).

Program bimbingan keasramaan tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari di setiap lokasi mulai tanggal 3 hingga 8 Agustus 2026. Sebanyak lima personel taruna akan ditempatkan untuk mendampingi secara intensif di setiap titik Sekolah Rakyat.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menegaskan pelibatan para taruna ini bertujuan memberikan pendampingan kepada siswa dalam kehidupan berasrama dan bukan untuk menggantikan peran guru di ruang kelas.

"Program ini hanya berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 8 Agustus. Tujuannya membantu anak-anak yang tinggal di asrama agar lebih mandiri. Mereka akan dibimbing melakukan hal-hal sederhana, seperti merapikan lemari, merapikan tempat tidur, hingga membiasakan kerapian dalam berseragam," ujar Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial.

Menurut penjelasan kementerian, para taruna bakal berfungsi sebagai pembimbing kehidupan asrama agar para siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru secara nyaman meskipun harus tinggal jauh dari pihak keluarga.

"Taruna tidak mengajar di kelas seperti guru. Mereka memberikan bimbingan di asrama agar anak-anak Sekolah Rakyat dapat tinggal dengan tenang dan nyaman walaupun tidak tinggal satu rumah dengan keluarganya. Mereka juga memberikan pembinaan agar tidak terjadi segala bentuk kekerasan, termasuk perundungan atau kekerasan dari kakak kelas kepada adik kelas," kata Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial.

Pelaksanaan program ini memiliki landasan hukum berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Taruna Akmil dipilih karena pengalaman mereka dalam menjalani kehidupan berasrama sehingga dinilai mampu membimbing siswa dengan pendekatan tepat.

"Kenapa taruna? Karena mereka yang memahami bagaimana hidup di asrama. Pengalaman itu yang ingin ditularkan kepada anak-anak Sekolah Rakyat agar mereka cepat beradaptasi dan memiliki karakter yang mandiri," ujar Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial.

Materi bimbingan selama masa program mencakup berbagai keterampilan dasar kehidupan sehari-hari, termasuk menyetrika seragam, merapikan seprei serta lemari pakaian, menyemir sepatu, hingga membangun kebiasaan hidup mandiri di lingkungan asrama.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author