Kemensos Tambah Target 250 Gedung Sekolah Rakyat Targetkan 140 Ribu Siswa
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menginstruksikan seluruh unit kerja di Kementerian Sosial untuk berkolaborasi mengoptimalkan program Sekolah Rakyat saat memimpin rapat internal di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (4/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Gus Ipul menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unit kerja karena anak-anak di Sekolah Rakyat membutuhkan rehabilitasi, pemberdayaan, serta perlindungan sosial yang terintegrasi.
"Ketika kita membahas Sekolah Rakyat, pada dasarnya adalah ini bisnis semua UKE, bisnis semua unit kerja. Karena di sana ada anak-anak yang perlu direhabilitasi karena memiliki masalah-masalah tertentu, karena di Sekolah Rakyat juga butuh pemberdayaan yang menjadi rangkaian dari perlindungan dan jaminan sosial," kata Gus Ipul.
Pengentasan kemiskinan melalui program ini memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar intervensi pendidikan berasrama gratis bagi anak berjalan sejajar dengan bantuan bagi keluarga mereka.
"Orang tuanya diberi perlindungan dan jaminan sosial, orang tuanya diberi PBI, orang tuanya direhabilitasi, orang tuanya didorong untuk bisa lebih berdaya, sehingga antara anak dan keluarganya menjadi kesatu-kesatuan untuk diintervensi secara bersama-sama agar mereka graduasi," ungkap Gus Ipul.
Kementerian Sosial juga menerima instruksi tambahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menambah fasilitas gedung Sekolah Rakyat guna menampung lebih banyak peserta didik.
"Sekolah Rakyat ada target tambahan dari Presiden, kalau sekarang sudah 100 (Gedung), sekarang dalam proses itu 100 lagi sampai 150. Sehingga tahun depan itu ada (sekurtangnya) 250 gedung permanen Sekolah Rakyat yang bisa menampung sekurang-kurangnya itu 140 ribu (siswa)," jelas Gus Ipul.
Menanggapi penambahan fasilitas tersebut, Gus Ipul menekankan agar seluruh proses pengadaan barang dilakukan secara presisi dan sesuai kondisi lapangan.
"Jadi sekarang ini memang nggak bisa main-main, nggak bisa kita otak-atik gitu loh, udah nggak jamannya lagi. Itu yang saya pesankan betul ini kepada seluruh tim pengadaan di Kementerian Sosial," tegas Gus Ipul.
Pertemuan yang dihadiri jajaran pejabat Kemensos seperti Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Sekjen Robben Rico ini turut membahas agenda persiapan tahun 2027, termasuk digitalisasi bansos dan graduasi Keluarga Penerima Manfaat.