Kemensos Kucurkan Bantuan Rp14,6 Miliar untuk Bencana Gempa NTT
Kementerian Sosial menyalurkan bantuan darurat senilai Rp14,65 miliar guna mendukung penanganan bencana gempa bumi yang melanda sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur pada Selasa (18/8/2026). Alokasi anggaran tersebut difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pengoperasian dapur umum, penyediaan buffer stock logistik, serta santunan korban.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, dampak gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026 ini meluas hingga tiga provinsi, sembilan kabupaten, dan satu kota. Wilayah terdampak di NTT meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.
Data sementara mencatat 70 orang meninggal dunia, 665 orang luka-luka, dan 31.220 warga mengungsi. Kerusakan fisik mencakup 12.153 rumah, 264 fasilitas pendidikan, 83 fasilitas kesehatan, 157 rumah ibadah, serta lima jembatan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa seluruh langkah penanganan lapangan merupakan instruksi langsung dari presiden yang dikoordinasikan bersama instansi terkait.
"Bersama dengan sejumlah menteri, di bawah koordinasi Menko PMK menindaklanjuti arahan Bapak Presiden," ujar Gus Ipul.
Rincian bantuan mencakup 48 ton beras reguler, 7.500 paket sembako, perlengkapan pengungsian, buffer stock logistik, serta santunan untuk ahli waris korban meninggal dunia dan korban luka berat.
"Kerugian material sekarang masih dalam proses pendataan, tentu jumlahnya akan bertambah," katanya.
Pemerintah memastikan bahwa transparansi penyaluran bantuan akan terus dijaga karena dana yang digunakan merupakan dana publik.
"Per hari ini sudah ada Rp14 miliar lebih dukungan yang diberikan dari Kementerian Sosial. Ini yang dari Kementerian Sosial. Karena ini adalah uang rakyat, maka itu kami sampaikan rinciannya," ujarnya.
Kemensos memproyeksikan tahapan bantuan akan berlanjut ke pemulihan ekonomi dan sosial setelah fase darurat selesai.
"Selanjutnya nanti tentu ada pemberdayaan, ada program-program pemulihan," katanya.
Gus Ipul menambahkan bahwa pendampingan trauma terus berjalan dan fasilitas Sekolah Rakyat di NTT dipastikan aman dari dampak kerusakan gempa.
"Setiap prosedur bencana yang penting adalah evakuasi dulu, penyelamatan dulu. Yang pertama itu dulu," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengungkapkan hasil peninjauan langsung di lokasi bencana yang menunjukkan mendesaknya kebutuhan pangan dan tenda.
"Saya mendapatkan tugas di Kabupaten Manggarai, kemudian saya datang ke Ruteng, kemudian dilanjutkan ke satu kecamatan yang terdampak sangat berat, yaitu Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai," ujarnya.
Kondisi pengungsi di lapangan membutuhkan perhatian mendalam pada pasokan gizi dan perlengkapan pengungsian harian.
"Yang dibutuhkan di sana sekarang ini adalah kebutuhan-kebutuhan tanggap darurat, terutama permakanan, kemudian perlengkapan pengungsian, ada tenda, kemudian pakaian, selimut, termasuk bagian ibu-ibu, bagian anak-anak," katanya.
Agus Jabo menyebutkan pemulihan jalur transportasi darat menjadi krusial karena banyaknya material batu dan tanah longsor yang menutup akses jalan utama.
"Termasuk kemudian memastikan bahwa jalur, jalan-jalan yang ada di titik-titik bencana itu dipastikan kemudian berfungsi kembali karena tanah longsor, banyak batu. Itu juga segera di-follow up oleh Kementerian PU, termasuk kemudian jaringan listrik, jaringan sinyal," katanya.
Pemerintah membagi pemantauan pengungsi ke dalam tiga pemetaan kawasan, termasuk daerah yang masih terisolasi.
"Karena ada tiga titik, ada tiga pengungsi. Yang pertama adalah pengungsi yang terkonsentrasi di shelter-shelter, kemudian pengungsi mandiri, yang ketiga ini yang masih terus diidentifikasi korban-korban di daerah-daerah yang terisolir," ujarnya.
Wilayah kepulauan seperti Pulau Palue di Kabupaten Sikka mendapat perhatian khusus melalui pengiriman logistik udara dan laut.
"Di sana ternyata dampaknya sangat parah. Pulau Palue itu di Kabupaten Sikka. Kemensos bekerja sama dengan BNPB menyediakan barang-barang kebutuhan mendesak, yang kemudian diangkut menggunakan heli maupun menggunakan kapal ferry," katanya.
Integrasi antarlembaga terus diperkuat guna mempercepat mobilisasi bantuan logistik dan pemulihan prasarana dasar di seluruh titik bencana.
"Sekarang ini yang dibutuhkan adalah kebutuhan-kebutuhan mendesak, kebutuhan-kebutuhan darurat, mulai dari pangan, kebutuhan-kebutuhan pengungsian, termasuk pemulihan infrastruktur yang ada di titik-titik bencana," ujar Agus.
Kemensos mengoperasikan dapur umum di Nagekeo, Sikka, dan Manggarai yang memproduksi ribuan bungkus makanan per hari, serta mendistribusikan bahan mentah untuk dapur mandiri buatan warga.
"Kalau dapur umum itu SDM-nya dan lain-lainnya diselenggarakan oleh Kementerian Sosial. Tapi kalau dapur mandiri biasanya kita memberikan bantuan-bantuan bahan makanan yang dibutuhkan. Jadi nanti akan diolah oleh dapur-dapur mandiri," jelas Agus.
Sinergi penanganan darurat akan terus digalang bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, dan BNPB hingga situasi kembali kondusif.
"Kami terus berkoordinasi, berkolaborasi, memastikan bahwa seluruh dukungan bisa sampai kepada mereka atau keluarga yang terdampak," katanya.