Menteri PPPA Dorong Suara Anak Indonesia Jadi Dasar Kebijakan

Share

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mendorong agar Suara Anak Indonesia (SAI) dijadikan fondasi penting dalam menentukan kebijakan pemerintah demi kepentingan terbaik anak. Penegasan ini disampaikan saat penutupan Lokakarya Forum Anak Nasional (FAN) 2026 di Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menerima dokumen Berita Acara SAI yang merangkum aspirasi, kebutuhan, serta harapan anak dari tingkat desa hingga kelurahan. Dokumen tersebut berfokus pada penciptaan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.

"Kami berharap apa yang disampaikan oleh anak-anak secara langsung akan mengubah dan menghasilkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak kita. Suara anak ini adalah amanat konstitusi. Jadi, mendengarkan suara anak bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban bagi negara dan menjadi tanggung jawab bersama," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi.

Menteri Arifah Fauzi mengapresiasi kerja keras para anak yang terlibat dalam penyusunan dokumen ini di seluruh tingkat kepengurusan wilayah. Pihak kementerian menilai langkah konkrit ini penting dipahami oleh para pemangku kepentingan sebagai cerminan kondisi nyata di lapangan.

"Saya sangat terharu dengan apa yang telah dilakukan oleh anak-anak dari seluruh Indonesia, mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, sampai nasional. Suara anak-anak ini bukan hanya untuk didengarkan, tetapi butuh kerja dan aksi nyata dari pemangku kepentingan di seluruh Indonesia. Calon-calon pemimpin masa depan memang harus tahu apa yang terjadi di lapangan dan apa yang mereka rasakan, dan ini telah dilakukan oleh anak-anak kita dalam penyusunan SAI," kata Arifah Fauzi.

Dokumen SAI dijadwalkan dibacakan pada acara puncak peringatan Hari Anak Nasional di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, serta pada Festival Budaya Anak di Makara Art Center Universitas Indonesia, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Menteri PPPA menambahkan bahwa proses penyusunan SAI ini melatih anak-anak untuk saling menghormati perbedaan pendapat.

"Di sini ada poin penting bagaimana kita belajar menghargai dan menghormati pendapat orang lain sehingga menjadi satu kesimpulan bersama, hingga akhirnya kita mendapatkan SAI Tahun 2026," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

KemenPPPA selanjutnya akan memfasilitasi penyampaian aspirasi tersebut ke tingkat kementerian dan lembaga negara melalui program kunjungan langsung bernama Kemudi. Program ini dibentuk untuk mempertemukan anak-anak secara langsung dengan pengambil kebijakan utama di pusat.

"Kami berharap anak-anak ini bisa langsung menyampaikan kepada menteri atau pimpinan lainnya mengenai apa yang sesungguhnya diharapkan," kata Arifah Fauzi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author