Kemenpar Tawarkan Empat Cara Liburan Baru bagi Wisatawan Domestik

Share

Kementerian Pariwisata menawarkan empat metode liburan baru di dalam negeri bagi wisatawan nusantara guna menyambut periode libur sekolah. Program ini dipaparkan dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona pada Kamis (25/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Strategi pertama yang disorongkan pemerintah adalah mendorong masyarakat menjelajahi destinasi baru atau mengunjungi tempat lama dengan cara yang berbeda. Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, memberikan ilustrasi berupa kunjungan ke desa wisata atau memanfaatkan fasilitas mobil kemah.

"Intinya kita bisa jalan di sekitar kita yang belum kita eksplor, belum experience, karena berwisata kan nggak cuma datang ke satu tempat, tapi kita harus ada experience," ucap Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya.

Pihak kementerian menilai bahwa pengalaman langsung di destinasi lokal mampu memberikan kesan mendalam bagi pelancong asal wilayah perkotaan.

"Anak-anak kota itu mencoba di homestay dan mohon maaf toiletnya jongkok. Itu bagi mereka sesuatu yang baru banget, memorable, experience baru. Itulah pariwisata, mencari sesuatu yang nggak ada di keseharian kita," terang Nia.

Nia menambahkan bahwa berwisata juga dapat menjadi sarana edukasi mengenai realitas kehidupan masyarakat pedesaan bagi anak-anak.

"Itulah yang namanya pariwisata, selalu ada cara baru berlibur di indonesia aja. Cari destinasi yang dekat, yang memang kita belum eksplor. Bahkan bisa pakai campervan, tidur di campervan, itukan sesuatu yang unik," kata dia.

Langkah kedua yang disiapkan adalah pengenalan asisten pribadi berbasis kecerdasan buatan bernama Meticulous Artificial Intellegence of Indonesia (MaiA) untuk menyusun rencana perjalanan melalui situs resmi kementerian.

"Ini inisiasi Bu Menteri Widiyanti. Ini sudah zamannya Artificial Intellegent gimana caranya kita memanfaatkan teknologi ini untuk memudahkan wisatawan. Nggak cuman wisnus, tapi wisman juga," jelas Nia.

Layanan teknologi ini dirancang agar dapat memandu wisatawan domestik maupun mancanegara secara praktis.

"Ini semacam travel companion, kalau biasanya kita googling, cari ini-ini, sekarang masuk ke website kita pakai MaiA. ini kayak sekretaris kita, nggak usah kita gaji, damai hidup," jelas Nia.

Selain inovasi digital, Kementerian Pariwisata juga menyediakan opsi ketiga berupa 95 paket wisata yang dikembangkan bersama 40 pelaku industri untuk segmen pelajar dan keluarga di wilayah Bali, NTB, dan DIY.

"Jenis atraksinya ada alam, budaya, ada petualangan, bahari. Segmennya pelajar dan family. Destinasinya sekitar Bali, NTB, DIY.

Harga juga variatif, seusai kocek kita. Nanti maiA juga bisa bantu, saya punya budget sekian, saya bisa ke mana," imbuh Nia.

Program keempat yang diluncurkan adalah Belanja di Indonesia Aja (BINA) yang melibatkan 80 ribu gerai di 414 mal dengan tawaran potongan harga hingga 70 persen untuk menggerakkan perekonomian nasional.

"Because kalau kita berbelanja, tidak hanya manfaatnya buat sektor pariwisata, tapi juga retail, UMKM. Ini adalah momen, peaknya wisnus itu saat lebaran, libur sekolah dan libur akhir tahun. Kalau bukan kita siapa lagi," tutup Nia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author