Kemenpan RB Imbau Instansi Beri Fleksibilitas ASN Antar Anak Sekolah
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengimbau instansi pemerintah untuk memberikan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini ditujukan bagi mereka yang ingin mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah.
Dilansir dari Detikcom, langkah ini tertuang dalam surat Menteri PANRB nomor B/257/M.KT.02/2026 yang terbit pada Jumat (10/7/2026). Regulasi ini merujuk pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel.
Surat tersebut meminta Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) memberikan kesempatan bagi pegawai yang memiliki anak di jenjang PAUD, SD, dan SMP. Kesempatan ini diberikan khusus untuk mendampingi buah hati memulai tahun ajaran baru.
"Penerapan fleksibilitas kerja ini tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan," kata Rini selaku Menteri PANRB.
Pemerintah berharap penataan waktu kerja yang baik membuat ASN tetap profesional sekaligus menjalankan peran orang tua. Kebijakan ini sekaligus memperkuat produktivitas dalam melayani masyarakat.
Langkah ini selaras dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Gerakan ini diatur melalui Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026.
Program nasional tersebut bertujuan memperkokoh ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045. Selain itu, program ini berupaya meminimalkan fenomena keterbatasan peran ayah dalam pola pengasuhan anak.
Pemerintah Kota Depok merespons arahan ini dengan menerbitkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Nomor 400.3.5.1/4387/Sek.Umpeg/2026 pada 8 Juli 2026. Surat ini mengimbau para ayah mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah.
"Di antaranya, hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026. Seluruh satuan pendidikan agar menyambut peserta didik melalui kegiatan yang ramah anak, aman, tertib, dan menyenangkan," bunyi kutipan SE Pemkot Depok.
Dukungan serupa datang dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui SE Bupati Nomor 400.13/211/DPPPAPPKB.5/2026. Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, menekankan pentingnya membangun kedekatan emosional anak.
"Gerakan ini bertujuan memperkuat peran ayah atau wali ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini, membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak, serta meningkatkan rasa percaya diri, kenyamanan, dan kesiapan anak dalam proses belajar," ujar Halikinnor.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi pengasuhan antara ayah dan ibu sangat krusial bagi masa depan. Sinergi ini diproyeksikan membentuk fondasi kokoh untuk mencetak generasi berkualitas.
"Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap budaya pengasuhan yang melibatkan ayah dan ibu dapat semakin kuat. Dengan demikian, keluarga menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang berkualitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045," tutur Halikinnor.
Panduan Kegiatan MPLS Edukatif bagi Siswa
Berdasarkan kalender pendidikan Jakarta, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan berlangsung selama lima hari. Periode orientasi siswa baru ini berjalan dari Senin, 13 Juli 2026 hingga Jumat, 17 Juli 2026.
Pelaksanaan MPLS wajib mengedepankan nilai edukasi dan menjauhi praktik perpeloncoan. Metode pengenalan lingkungan yang nyaman membantu siswa baru beradaptasi secara optimal.
Tujuh Opsi Kegiatan Orientasi
Berikut adalah rangkaian ide aktivitas edukatif yang dapat diterapkan sekolah saat masa pengenalan lingkungan:
1. Tur Jelajah Sekolah: Kelompok kecil siswa diajak berkeliling melihat ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, tempat ibadah, serta kantin.
2. Permainan Dinamika Kelompok: Sesi ice breaking terarah untuk menumbuhkan kerja sama dan kekompakan sesama peserta didik baru.
3. Sesi Berbagi Inspirasi: Menghadirkan alumni berprestasi untuk membagikan pengalaman dan memotivasi belajar para siswa.
4. Demonstrasi Ekstrakurikuler: Unjuk bakat dari berbagai organisasi sekolah agar siswa baru dapat memilih kegiatan yang diminati.
5. Membuat Pohon Cita-cita: Siswa menuliskan target dan impian belajar di kertas untuk ditempel bersama di mading kelas.
6. Kuis Wawasan Sekolah: Tanya jawab interaktif mengenai sejarah, visi misi, serta tata tertib lembaga pendidikan secara menyenangkan.
7. Aksi Peduli Lingkungan: Kerja bakti ringan membersihkan kelas atau merawat taman sekolah guna memupuk rasa tanggung jawab.