Kemenkeu Siapkan Rp 101 Triliun Pulihkan Daerah Bencana di Sumatra
Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan mengalokasikan anggaran hingga Rp 101 triliun guna mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana ekologis di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Penyaluran dana ini direncanakan berlangsung secara bertahap selama tiga tahun ke depan, seperti dilansir dari Detik Finance.
Khusus wilayah Aceh, dana penanganan bencana telah disalurkan sebesar Rp 10 triliun dari pemerintah pusat. Besaran alokasi tersebut disesuaikan secara penuh dengan pengajuan kebutuhan dari Pemerintah Daerah setempat.
"Bencana Aceh sudah dipenuhi semua sesuai dengan permintaan Rp 10 poin sekian. Itu sudah disalurkan, jadi nggak dipotong TKD-nya ke Aceh, Sumbar, sama Sumut," kata Purbaya dalam acara APBN Kita di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pencairan anggaran bencana tersebut telah berlangsung sampai April 2026. Skema penyaluran dalam jangka waktu tiga tahun ini dirancang untuk membagi porsi anggaran secara merata pada setiap fasenya.
"Itu kan Rp 101 triliun total tiga tahun dibagi hampir sama kalau nggak salah fasanya sekitar segitu. Terus untuk realisasi memang turun, karena utamanya pagunya turun itu. Terus apakah akan ditambah apa nggak, kita tunggu perintah Bapak Presiden," kata Purbaya.
Proses penyaluran dana tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk pemulihan pascabencana di tiga provinsi tersebut telah rampung 100 persen hingga 4 Mei 2026, dengan total realisasi mencapai Rp 10,65 triliun.
Langkah penambahan dana TKD ini menjadi kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto demi memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat menjangkau seluruh kawasan terdampak secara adil dan cepat.
"Presiden memutuskan seluruh provinsi dan kabupaten/kota diberikan tambahan TKD. Totalnya sekitar Rp 10,6 triliun. Ini untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan merata," kata Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, Selasa (5/5/2026).