Kemenhub Validasi Sertifikat Tipe Drone Kargo Hongyan HY-100
PT Ursa Aero Indonesia menyatakan kesiapan Indonesia untuk memasuki era baru logistik udara tanpa awak menyusul rampungnya proses Validasi Type Certificate untuk armada Unmanned Aircraft System (UAS) Hongyan HY-100, dilansir dari Detik Finance.
Validasi Sertifikat Tipe tersebut dirampungkan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan. Penyerahan sertifikat apresiasi dilakukan langsung pada Rabu (24/6/2026) kepada Direktur DKPPU Sokhib Al Rokhman sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kinerja profesional lembaga tersebut.
Pesawat udara nirawak kargo kelas berat pertama di dunia dengan sertifikasi resmi ini memiliki bobot lepas landas maksimum 5,25 ton dan kapasitas angkut muatan hingga 1,9 ton. Armada ini mampu menempuh jarak terbang sejauh 1.800 kilometer dengan durasi operasi mengudara di atas 10 jam, serta dirancang ideal untuk rute perintis di wilayah terpencil karena mampu lepas landas di landasan pendek.
Country Director Ursa Aeronautical Technology Tendi Febrian menilai kehadiran armada Large Unmanned Aircraft System (LUAS) ini merupakan terobosan besar bagi industri kedirgantaraan serta menjadi solusi infrastruktur udara revolusioner untuk mempercepat distribusi barang ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
"Rampungnya proses validasi oleh DKPPU (Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara) ini menjadi tonggak sejarah penting. Ini membuktikan bahwa Indonesia sangat siap dan adaptif dalam menyambut era baru pemanfaatan teknologi pesawat udara nirawak komersial yang aman, berstandar tinggi, dan teregulasi dengan baik," kata Tendi Febrian, Country Director Ursa Aeronautical Technology.
Selain untuk kebutuhan logistik, drone multifungsi ini juga dirancang untuk mendukung penyemprotan agrikultur skala besar hingga manajemen bencana darurat. Tendi menambahkan bahwa kelancaran seluruh tahapan validasi ini tercapai berkat standar kerja ketat dari jajaran DKPPU dalam mengawal regulasi keselamatan penerbangan nasional.
"Kami sangat mengapresiasi jajaran DKPPU yang telah bekerja dengan sangat tanggap dan profesional. Proses validasi Type Certificate untuk drone LUAS (Large Unmanned Aircraft System) seperti Hongyan HY-100 membutuhkan evaluasi teknis yang ketat dan kompleks. Validasi ini merupakan langkah legal dan teknis yang esensial sebelum HY-100 dapat beroperasi penuh untuk kebutuhan komersial di wilayah udara Nusantara," pungkas Tendi Febrian, Country Director Ursa Aeronautical Technology.