Kemenhub Resmikan Stasiun KRL JIS dan Targetkan Tambah Peron

Share

Kementerian Perhubungan resmi mengoperasikan Stasiun KRL Jakarta International Stadium di Jakarta Utara pada Senin (22/6/2026) dan merencanakan penambahan peron baru yang ditargetkan rampung pada tahun 2027 mendatang, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Infrastruktur penunjang transportasi massal ini untuk sementara waktu baru memiliki satu peron aktif yang melayani pengguna kereta api komuter secara permanen. Pengoperasian jalur tersebut memangkas durasi perjalanan menuju Stasiun Jakarta Kota menjadi hanya sekitar 15 menit saja.

"Ini memang masih satu peron dan kita sudah menyampaikan kepada Pemerintah DKI kita akan kembangkan lebih lanjut pengembangannya. Dan perlu saya sampaikan kepada teman-teman bahwa per hari ini, stasiun ini sudah aktif dan sudah bisa melayani penumpang," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi.

Pemerintah memproyeksikan seluruh rangkaian pengerjaan fasilitas pelengkap di stasiun penunjang stadion olahraga tersebut dapat diselesaikan secara bertahap dalam kurun waktu 12 bulan ke depan.

"Jadi jarak dari ujung ke ujung kurang lebih sekitar 15 menit, kalau nggak salah dari sini seumpamanya 10 menit ke kota. Jadi sudah aktif dan semakin akan kita kembangkan bahwa ini sebagai stasiun yang permanen. (Target) Kita harapkan dalam satu tahun ke depan juga sudah selesai ya," jelas Dudy Purwaghandi.

Otoritas terkait juga memastikan bahwa pengaturan jadwal keberangkatan KRL akan bersifat fleksibel dan senantiasa disesuaikan dengan agenda besar yang sedang berlangsung di kawasan sekitar area luar stasiun.

"Untuk penjadwalan kereta, itu kita akan sesuaikan dengan event yang diselenggarakan oleh pihak Pemda maupun pihak Ancol maupun pihak JIS. Sebagaimana rekan-rekan ketahui, kalau ada event-event tertentu kami meng-extend atau memperpanjang jam layanan dari kereta seperti MRT," jelas Dudy Purwaghandi.

Skema perpanjangan waktu operasional angkutan umum ini mengadopsi keberhasilan manajemen arus massa yang sebelumnya diterapkan pada festival musik besar di ibu kota.

"Kalau ada event tertentu begitu juga kemarin seperti di Java Jazz kita juga meng-extend operasional daripada layanan kereta maupun layanan stasiunnya," tambah Dudy Purwaghandi.

Meskipun pada hari biasa pembatasan jam operasional stasiun hanya berlaku sampai malam hari, komitmen perluasan layanan tetap diberikan penuh demi mengakomodasi mobilitas publik.

"Sesuai dengan ini kita sampai dengan 21.30 (WIB), tapi kalau ada event khusus di wilayah ini maka pengoperasiannya akan kita perpanjang," tutup Dudy Purwaghandi.

Fasilitas transportasi publik yang baru diresmikan ini secara berkala melayani pergerakan penumpang untuk rute perjalanan lintas Tanjung Priok hingga Jakarta Kota.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author